BANJARMASIN — Sebanyak 20 peserta terbaik dari program ini akan diberangkatkan ke Jawa Timur dengan seluruh biaya ditanggung pemerintah kota. Mereka akan belajar langsung di Kampung Pare, Kediri, pusat kursus Bahasa Inggris yang melahirkan ribuan alumni bekerja di luar negeri.
Seleksi Ketat dari Ratusan Pendaftar
Kepala Disbudporapar Banjarmasin, Ibnu Sabil mengatakan pelatihan ini melalui seleksi ketat dari ratusan pendaftar. Peserta yang lolos berasal dari berbagai kelurahan di kota seribu sungai, mayoritas anak muda yang selama ini tidak mampu membayar kursus komersial.
“English Language Training ini merupakan salah satu perwujudan visi dan misi Yamin–Ananda,” ujar Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda saat membuka acara secara resmi mewakili Wali Kota H. M. Yamin HR.
Bukan Sekadar Kursus, Ada Kewajiban Mengajar di Kampung
Setelah menyelesaikan pelatihan, para alumni tidak boleh berhenti belajar sendiri. Ibnu Sabil menegaskan setiap peserta wajib membentuk komunitas Bahasa Inggris di kampung halaman masing-masing. Tujuannya agar ilmu yang didapat bisa menular ke pemuda lain yang tidak kebagian kuota.
“Gerakan pembekalan ini menjadi kunci utama bagi anak-anak Banua berusia 16 hingga 35 tahun untuk mendobrak keterbatasan ekonomi dan meraih beasiswa luar negeri,” kata Ibnu.
Target: Pekerja Internasional dari Pinggiran Sungai
Pemkot Banjarmasin menyasar pemuda dari kalangan masyarakat bawah yang selama ini sulit mengakses pendidikan Bahasa Inggris berkualitas. Dengan bekal kemampuan komunikasi global, mereka diharapkan mampu bersaing di sektor pariwisata dan perdagangan internasional.
Program ini menjadi angin segar bagi orang tua yang selama ini mengkhawatirkan masa depan anak-anaknya. Biaya kursus yang mahal selama menjadi tembok, kini diruntuhkan lewat pelatihan gratis bersertifikat internasional.