Pencarian

Argentina Koleksi Tiga Penalti di Piala Dunia 2026, Berpeluang Samai Rekor Dua Edisi Beruntun

Selasa, 14 Juli 2026 • 00:33:31 WIB
Argentina Koleksi Tiga Penalti di Piala Dunia 2026, Berpeluang Samai Rekor Dua Edisi Beruntun
Lionel Messi gagal mengeksekusi penalti dalam laga semifinal Piala Dunia 2026.

KALIMANTAN SELATAN — Argentina sejauh ini memimpin daftar perolehan penalti di Piala Dunia 2026. Tiga hadiah penalti sudah didapat La Albiceleste hingga babak semifinal, unggul atas Inggris dan Swiss yang masing-masing dua kali.

Catatan ini melanjutkan tren serupa dari edisi 2022. Kala itu, Argentina jadi tim paling banyak dihadiahi penalti dengan lima kali. Pesaing terdekat, Prancis, Portugal, dan Inggris, hanya mendapat dua penalti.

Efektivitas Justru Menurun Drastis

Meski unggul jumlah, rasio konversi penalti Argentina justru anjlok. Pada Piala Dunia 2022, tingkat keberhasilan mencapai 80 persen. Di edisi 2026, angka itu merosot ke 33,3 persen.

Lionel Messi mencatatkan rekor kurang mengenakkan. Megabintang Inter Miami itu jadi pemain pertama yang gagal dua kali beruntun dalam satu edisi Piala Dunia.

Messi Gagal, Siapa Algojo Baru?

Kegagalan Messi dari titik putih memunculkan pertanyaan besar: apakah saatnya Argentina mencari algojo baru? Dengan dua eksekusi gagal di turnamen yang sama, kepercayaan terhadap kapten mulai diuji.

Pelatih Lionel Scaloni belum memberi pernyataan resmi soal perubahan eksekutor. Namun, statistik menunjukkan Argentina butuh solusi cepat jika ingin mempertahankan gelar.

Perbandingan dengan Pesaing

  • Piala Dunia 2022: Argentina 5 penalti, Prancis/Portugal/Inggris 2 penalti
  • Piala Dunia 2026: Argentina 3 penalti, Inggris/Swiss 2 penalti

Menariknya, tingkat efektivitas penalti Argentina justru tak linear dengan jumlah yang didapat. Di edisi 2022, tim asuhan Scaloni hanya gagal satu kali dari lima percobaan. Kini, dua dari tiga penalti gagal dikonversi menjadi gol.

Jika Argentina lolos ke final, mereka berpeluang menambah koleksi penalti. Rekor sebagai "raja penalti" dua edisi beruntun pun terbuka lebar—asalkan ada yang mampu menuntaskan tugas dari titik putih.

Bagikan
Sumber: sport.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks