BANJARMASIN — PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik di Kalimantan Selatan melalui Sistem Interkoneksi Kalimantan telah kembali normal. Pemulihan ini menjadi prioritas setelah sejumlah gangguan teknis sebelumnya, dan kini perusahaan fokus pada penguatan keandalan sistem kelistrikan di wilayah tersebut.
Pemulihan Pasokan dan Langkah Penguatan
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur, Muhammad Dahlan, menyatakan bahwa seluruh sistem telah beroperasi secara stabil. “Kami terus melakukan pemantauan dan evaluasi agar pasokan listrik ke masyarakat tidak lagi terganggu,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Banjarmasin, Selasa.
PLN kini memusatkan perhatian pada penguatan infrastruktur kelistrikan di titik-titik yang dinilai rawan gangguan. Langkah ini mencakup pemeliharaan rutin gardu induk dan jaringan transmisi di sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
Mengapa Penguatan Keandalan Menjadi Prioritas?
Wilayah Kalimantan Selatan memiliki permintaan listrik yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan pemukiman. Gangguan pada sistem interkoneksi sebelumnya sempat memicu keluhan dari pelanggan, terutama di kawasan industri dan perumahan padat penduduk.
PLN menargetkan peningkatan keandalan sistem ini dapat meminimalkan risiko pemadaman mendadak, khususnya saat beban puncak atau cuaca ekstrem. Perusahaan juga menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat untuk melaporkan potensi gangguan melalui aplikasi PLN Mobile.
Dampak Pemulihan bagi Warga dan Industri
Dengan kembalinya pasokan normal, aktivitas produksi di kawasan industri dan operasional fasilitas publik seperti rumah sakit dan bandara kembali berjalan tanpa hambatan. Sejumlah pengusaha UMKM di Banjarmasin menyambut baik pemulihan ini karena kegiatan usaha mereka sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil.
PLN berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan. “Kami akan memastikan investasi di bidang ketenagalistrikan di Kalimantan Selatan berjalan sesuai rencana, demi keandalan jangka panjang,” pungkas Dahlan.