PELAIHARI — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tanah Laut memperkuat pengawasan jalan raya dengan menempatkan belasan replika petugas dan armada patroli. Inovasi ini menyasar lokasi-lokasi yang selama ini dikenal sebagai area dengan frekuensi kecelakaan tinggi di wilayah Kalimantan Selatan.
Sebaran 13 Titik Replika di Jalur Lintas Kecamatan
Pemasangan replika ini tidak dilakukan secara acak, melainkan berdasarkan pemetaan data kecelakaan di wilayah hukum Polres Tanah Laut. Sebanyak 13 titik yang tersebar di tujuh kecamatan kini telah dilengkapi dengan visualisasi polisi tersebut untuk memicu respons kewaspadaan pengguna jalan.
Adapun wilayah yang menjadi sasaran pemasangan meliputi Kecamatan Bati-Bati, Tambang Ulang, Pelaihari, dan Panyipatan. Selain itu, petugas juga menempatkan replika serupa di sepanjang jalur padat Kecamatan Batu Ampar, Jorong, hingga Kintap.
Pilihan lokasi tersebut merujuk pada titik yang sering menjadi tempat terjadinya pelanggaran batas kecepatan serta manuver berbahaya. Kehadiran replika ini diharapkan menjadi peringatan dini bagi pengendara sebelum memasuki zona bahaya.
Strategi Preventif Hadapi Pengendara Kecepatan Tinggi
Kasat Lantas Polres Tanah Laut, Iptu Aditya Dikav, menjelaskan bahwa keberadaan replika ini berfungsi sebagai pengingat visual bagi para sopir dan pengendara motor. Efek psikologis dari kehadiran figur polisi diharapkan mampu membuat pengendara secara spontan menurunkan laju kendaraan mereka.
"Dengan adanya replika mobil polantas dan figur anggota di lapangan, diharapkan pengendara lebih berhati-hati, mengurangi kecepatan, serta mematuhi aturan lalu lintas," ujar Aditya saat menjelaskan teknis inovasi tersebut.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas). Polisi menekankan bahwa meskipun alat bantu visual telah dipasang, kesadaran mandiri masyarakat dalam berkendara tetap menjadi faktor utama dalam menekan angka fatalitas di jalan raya.