ANGKINAN — Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Angkinan menjadi pusat edukasi bagi seratusan petani dalam agenda Training of User Pestisida Terbatas, Rabu (6/5/2026). Pelatihan ini bertujuan membekali para praktisi lapangan dengan pengetahuan teknis mengenai aplikasi herbisida yang aman, tepat sasaran, dan efisien.
Perluasan Jangkauan Pelatihan ke Hulu Sungai Selatan
Kegiatan di Angkinan ini merupakan hari kedua dari rangkaian program edukasi berkelanjutan yang dijalankan oleh Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (Alishter) di wilayah Kalimantan Selatan. Sebelumnya, tim instruktur telah merampungkan pelatihan serupa bagi para petani di BPP Batang Alai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Pemilihan lokasi di BPP Angkinan bertujuan untuk mendekatkan akses informasi kepada para petani di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Dengan keterlibatan lebih dari 100 peserta, pelatihan ini diharapkan mampu menyeragamkan pemahaman mengenai risiko dan prosedur keselamatan kerja di lahan pertanian.
Bagaimana Prosedur Keamanan Pestisida bagi Petani Lokal?
Materi pelatihan menitikberatkan pada prosedur standar penggunaan pestisida yang masuk dalam kategori terbatas. Para petani diberikan pemahaman mendalam mengenai takaran dosis yang presisi, penggunaan alat pelindung diri (APD), hingga tata cara penyimpanan bahan kimia yang benar untuk menghindari kontaminasi lingkungan.
Langkah edukasi ini krusial mengingat herbisida merupakan komponen penting dalam menjaga produktivitas lahan di Kalimantan Selatan. Namun, tanpa pengetahuan teknis yang mumpuni, penggunaan bahan kimia tersebut berisiko berdampak buruk pada kesehatan pengguna dan ekosistem sekitar.
Melalui program ini, Alishter berkomitmen memastikan setiap petani yang terlibat memiliki sertifikasi atau pemahaman standar sebelum mengaplikasikan herbisida di area produktif. Pelatihan ini sekaligus menjadi wadah diskusi antara penyuluh pertanian dan petani mengenai kendala hama yang dihadapi di lapangan saat ini.