Tak Masuk Daftar Penerima Banpres, Pemkot Banjarmasin Anggarkan Rp 800 Juta untuk Karhutla

Penulis: Arif Budiman  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:31:01 WIB
Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin Husni Thamrin menyebut dana penanganan karhutla Rp 800 juta disiapkan di APBD Perubahan 2026.

BANJARMASIN — Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin Husni Thamrin menyebut dana penanganan karhutla disiapkan di APBD Perubahan 2026, dengan perkiraan masa operasi dua bulan. Dari 12 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan yang diusulkan Pemprov Kalsel menerima Banpres Rp 100 miliar, hanya lima kabupaten dan satu kota yang mendapatkannya. Banjarmasin tidak termasuk.

Husni menyebut besaran anggaran itu mengacu pada pengalaman karhutla 2023. Saat itu pos anggaran disiapkan untuk sebulan, tetapi penanganan tuntas dalam dua minggu sehingga terjadi efisiensi.

"Kita anggaran di perubahan sekitar Rp800 juta untuk penanganan karhutla ini selama dua bulan. Mudah-mudahan sebelum dua bulan bisa selesai," kata Husni, Rabu (21/10/2026).

Tiga Posko di Perbatasan, 88 Personel Siaga Bergilir

Anggaran Rp 800 juta mencakup operasional tiga posko lapangan yang berdiri di Kecamatan Banjarmasin Selatan, Banjarmasin Timur, dan Banjarmasin Utara. Ketiga titik dipilih karena berbatasan langsung dengan kabupaten/kota tetangga.

Total 88 personel BPBD dikerahkan ke posko-posko itu dan berjaga 24 jam secara shift. Personel non-ASN yang bertugas menerima uang transport Rp 100 ribu per hari, dibayarkan setiap 15 hari.

"Misalnya satu unit itu ada 4 orang. Baik portable atau tangki yang dapat jatah transport ini. Mau lebih datang tidak papa, hanya saja yang dapat hanya 4 orang saja," terangnya.

BBM 10 Liter per Unit, Lahan Kering Dibasahi Tiap Hari

Setiap unit mobil pemadam dan mesin pompa air mendapat jatah pertalite 10 liter per hari. BBM itu bukan hanya dipakai saat memadamkan api. Personel tetap diminta membasahi lahan kering meski tidak ada kebakaran.

"Sebagai pertanggungjawaban jawaban dari bensin yang diberikan 10 liter per unit dan per mesin. Tujuannya agar lahan kering itu tidak terbakar jadi dibasahi," ujarnya.

Relawan di luar posko juga mendapat sokongan BBM saat membantu pemadaman. Husni mencontohkan kebakaran lahan di Sungai Andai yang melibatkan banyak relawan. Jika jatah kurang, BPBD menambah subsidi hingga api padam.

Minta Helikopter hingga Bantuan CSR dan Parpol

BPBD Kota Banjarmasin terus berkoordinasi dengan BPBD Kalsel untuk meminta bantuan bila karhutla meluas. Pemadaman lewat helikopter pernah diminta saat kebakaran lahan di Sungai Andai membesar.

Meski tanpa Banpres, Husni menyebut bantuannya tetap mengalir dari BUMN, partai politik, dan program CSR perusahaan. Bentuknya obat-obatan hingga masker.

"Alhamdulillah ada titipan bantuan ke BPBD lalu kita salurkan kepada mereka di lapangan yang jadi garda terdepan tangani kebakaran lahan," sebutnya.

Masker dari bantuan itu kerap dibagikan lagi ke warga sekitar posko yang terdampak kabut asap.

Gubernur Muhidin Akan Usulkan Ulang untuk Enam Daerah

Gubernur Kalsel Muhidin menginformasikan akan mengusulkan kembali bantuan penanganan karhutla bagi enam kabupaten/kota yang belum menerima, termasuk Banjarmasin. Husni berharap usulan itu membuahkan hasil.

"Dari 6 yang belum itu termasuk Banjarmasin. Mudah-mudahan dapat karena wilayah kita ini kabut asapnya terdampak dari daerah lain. Selain itu, di wilayah perbatasan sering terjadi terbakar lahan," harapnya.

Reporter: Arif Budiman
Sumber: kalimantanpost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top