Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyalurkan 20.000 masker untuk melindungi warga dari kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bantuan ini dibagikan di tengah kualitas udara yang mulai terasa terdampak di sejumlah kawasan Kalsel.
BANJARBARU — Sebanyak 17.500 masker diserahkan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan. Sisanya, 2.500 masker, dibagikan langsung kepada masyarakat bersama DLH, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak), serta BPBD Kalsel.
Kepala DLH Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmat Prapto Udoyo, mengapresiasi dukungan dunia usaha dalam penanganan karhutla. Ia menyebut keterlibatan perusahaan tidak hanya lewat bantuan logistik, tetapi juga memperkuat personel Satuan Tugas (Satgas) Darat penanganan karhutla.
"Termasuk dari GAPKI. Sehingga total ada delapan pihak perusahaan yang sudah bergabung di tim penanganan di satgas darat karhutla," ujar Rahmat di Banjarbaru, Sabtu.
Kolaborasi antara pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat dinilai penting untuk memperkuat penanganan karhutla sekaligus menekan dampak kabut asap terhadap kesehatan dan aktivitas warga di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.
Sekretaris Eksekutif GAPKI Kalimantan Selatan, Hairuddin, menyatakan penyaluran masker merupakan bentuk kepedulian dunia usaha bersama pemerintah terhadap masyarakat yang mulai merasakan dampak kabut asap. Kondisi ini, kata dia, membutuhkan penanganan bersama lintas sektor.
Selain masker, GAPKI juga menyatakan kesiapan mendukung pemadaman karhutla melalui pengerahan tim pemadam kebakaran dari perusahaan anggota untuk membantu menangani titik api di lapangan.
Kesiapan tersebut merupakan tindak lanjut kunjungan lapangan dan arahan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq, di Pos Pantau Banjarbaru pada 18 Agustus 2026. Arahan itu menekankan langkah antisipasi dan penanggulangan karhutla yang lebih cepat dan terkoordinasi.