Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Balangan, Saiful Arif, menyatakan dukungannya terhadap program Podcast Parlementaria sebagai sarana publikasi dan komunikasi dua arah antara legislatif dengan masyarakat. Melalui media ini, warga diharapkan lebih mudah mengakses informasi seputar tugas, fungsi, dan program DPRD secara terbuka.
BALANGAN — Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Balangan, Saiful Arif, menilai kehadiran Podcast Parlementaria menjadi langkah positif bagi lembaga legislatif di tengah perkembangan teknologi informasi. Ia menegaskan media ini efektif untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
"Melalui Podcast ini masyarakat akan lebih mudah dalam memperoleh informasi secara lebih terbuka dan mudah dipahami oleh masyarakat," kata Saiful Arif di Balangan, Sabtu.
Saiful menjelaskan, podcast merupakan media yang efektif karena menyajikan informasi dengan cara yang lebih santai dan komunikatif. Masyarakat bisa mengetahui berbagai program, aspirasi, serta kebijakan yang sedang diperjuangkan DPRD tanpa harus membaca dokumen resmi yang kaku.
Menurut politikus Partai Demokrat itu, pemanfaatan teknologi ini menjadi kebutuhan bagi lembaga legislatif agar tidak tertinggal zaman.
Saiful berharap program Podcast Parlementaria dapat terus dikembangkan dengan menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan. Ia menyebut unsur DPRD, pemerintah daerah, akademisi, hingga tokoh masyarakat perlu dilibatkan.
"Keberagaman narasumber akan membuat materi yang disampaikan semakin variatif sekaligus memberikan perspektif yang lebih luas kepada masyarakat Balangan," tegasnya.
Selain sebagai sarana edukasi mengenai tugas dan fungsi DPRD, podcast ini juga dimanfaatkan sebagai wadah untuk menyerap aspirasi. Saiful menilai partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan daerah bisa terdorong melalui ruang diskusi yang lebih terbuka ini.
"Semoga Podcast Parlementaria menjadi jembatan komunikasi antara DPRD dan masyarakat, sehingga setiap kebijakan dan program pembangunan dapat diketahui secara luas," ujarnya.
Program ini menjadi salah satu upaya DPRD Balangan beradaptasi dengan kebiasaan baru masyarakat dalam mengonsumsi informasi berbasis audio-visual. Ke depan, konten yang dihadirkan diharapkan tidak hanya berisi laporan kegiatan, tetapi juga membahas isu-isu strategis yang sedang berkembang di kabupaten tersebut.