KALIMANTAN SELATAN — Setelah bertahun-tahun dianggap mustahil untuk dipindahkan karena arsitektur unik PS3, Metal Gear Solid 4 akhirnya bisa dimainkan di platform modern. Paket kompilasi kedua ini juga membawa serta Metal Gear Solid: Peace Walker dari PSP dan spin-off klasik Metal Gear: Ghost Babel dari Game Boy Color.
Kompilasi ini hadir sekitar dua tahun setelah Master Collection Vol.1 yang merangkum trilogi MGS asli. Meski jumlah judulnya lebih sedikit, pekerjaan yang dilakukan pada MGS4 jauh lebih berat dibanding sekadar porting ulang biasa.
Versi MGS4 di koleksi ini berjalan di resolusi 4K dengan frame rate 60 fps yang stabil. Waktu loading antar area juga jauh lebih cepat dibanding versi PS3. Secara visual, sulit menemukan kekurangan berarti pada port ini.
Konten game nyaris utuh. Pemain masih bisa menggunakan iPod, dan konsol PS3 tetap terlihat di pesawat. Adegan ikonik yang menyebut "kita di PS3" kini diubah mengikuti platform yang digunakan pemain. Satu-satunya elemen yang hilang adalah menu instalasi yang menampilkan Snake merokok di antara babak.
Perlu dicatat, MGS4 adalah game yang aneh. Ia adalah judul terlemah di antara enam game utama seri ini, meski tetap menyenangkan. Babak pembuka di Timur Tengah dan Amerika Selatan menawarkan stealth gameplay brilian dengan mekanisme manipulasi perang. Sayangnya, elemen ini ditinggalkan setelah babak kedua.
Babak ketiga yang berisi misi mengikuti target terasa kurang greget. Alur cerita dan cutscene panjang yang berbelit juga menjadi titik lemah. Namun, Babak 4 yang kembali ke Shadow Moses tetap menjadi momen fan service terbaik yang pernah ada, dengan iringan lagu The Best Is Yet To Come yang masih merinding hingga kini.
Peace Walker adalah game yang kurang mendapat perhatian saat rilis di PSP. Padahal, game ini adalah cikal bakal Metal Gear Solid 5. Desain berbasis misi memungkinkan sesi bermain singkat, dan memperkenalkan sistem manajemen markas, pengembangan senjata, serta merekrut tentara lewat balon fulton yang kemudian disempurnakan di The Phantom Pain.
Ceritanya menunjukkan transformasi Big Boss menjadi antagonis seperti yang terlihat di game MSX asli, bahkan lebih baik dari yang dilakukan The Phantom Pain. Karakter pendukung seperti Kazuhira Miller, Amanda, Paz, dan Professor Galvez menjadi tambahan yang berkesan.
Sayangnya, boss fight bergaya Monster Hunter yang mengharuskan pemain melawan mecha raksasa dalam waktu lama adalah titik terlemah game ini. Kecuali boss utama Peace Walker dan boss akhir sejati, sebagian besar pertarungan mudah dilupakan.
Mode co-op dan versus multiplayer tetap tersedia di koleksi ini, meski belum bisa diuji selama periode review. Port ini memang lebih kasar dibanding MGS4 karena aset PSP sulit dibuat tajam di 4K. Namun, cutscene bergaya komik karya Ashley Wood kini hadir dalam kualitas lebih tinggi.
Ghost Babel mengambil gameplay mirip Metal Gear 2 dengan elemen dari MGS PS1, dikemas dalam format berbasis stage untuk handheld. Meski tidak sehebat seri utama, game ini adalah salah satu spin-off terbaik. Sayangnya, tidak ada Metal Gear Acid atau Metal Gear Rising di paket ini.
Seperti Vol.1, setiap game utama disertai Screenplay Book dan Master Book yang berisi ringkasan cerita, profil karakter, dan panduan strategi. Ada juga pilihan soundtrack dan opsi mengunduh versi bahasa lain. Khusus MGS4, tersedia aplikasi Database yang pernah dirilis di PS3, meski Metal Gear Online tidak disertakan.
Master Collection Vol.2 adalah paket berisi dua game fantastis dengan bonus menarik. Bagi yang tidak punya PS3, ini adalah kesempatan emas memainkan MGS4 dalam versi terbaiknya. Peace Walker juga layak dicoba bagi yang melewatkannya di PSP.
Namun, kompilasi ini kurang cocok untuk pemain yang belum menyelesaikan Master Collection Vol.1. Alur cerita MGS4 dibangun dengan asumsi pemain paham trilogi asli, sehingga dampak emosionalnya akan hilang tanpa pengetahuan tersebut. Fitur aksesibilitas juga masih minim, tanpa dukungan color blind, deskripsi audio, atau penyesuaian gameplay.