KALIMANTAN SELATAN — Guncangan gempa dangkal itu terekam di episenter koordinat 8,33 Lintang Selatan dan 121,32 Bujur Timur, atau sekitar 38 kilometer Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. BMKG mencatat gempa terjadi pukul 05.58 WITA dengan kedalaman hanya 10 kilometer, sehingga getarannya terasa kuat dan merusak bangunan di wilayah sekitarnya.
Di Kabupaten Manggarai Timur, laporan awal yang dihimpun dari warga menunjukkan beberapa unit rumah tinggal mengalami kerusakan struktural. Sebagian dinding retak, sementara lainnya dilaporkan ambruk akibat tidak mampu menahan getaran.
Belum ada data resmi mengenai jumlah pasti korban jiwa maupun total kerugian material. Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan pendataan dan evakuasi di lokasi terdampak.
BMKG menyatakan gempa ini berpotensi menimbulkan tsunami. Berdasarkan pemodelan yang dilakukan, gelombang tsunami diperkirakan tiba di wilayah yang berpotensi terdampak sekitar pukul 06.01 WITA.
Peringatan dini tsunami dengan status Waspada dikeluarkan untuk wilayah pesisir utara Kabupaten Ngada. Status ini mengindikasikan adanya potensi gelombang yang dapat mengancam keselamatan masyarakat di pesisir.
Masyarakat yang berada di lokasi terdampak diimbau untuk segera menjauhi pantai dan tepian sungai sebagai langkah antisipasi. Warga juga diminta terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah.
Pihak berwenang menginstruksikan warga di pesisir utara Nagekeo dan daerah sekitarnya untuk tidak kembali ke rumah atau beraktivitas di bibir pantai sebelum status peringatan dinyatakan aman. Evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi menjadi prioritas utama untuk menghindari risiko terjangan gelombang susulan.
BMKG terus memantau aktivitas gempa susulan di wilayah NTT dan sekitarnya. Masyarakat diminta tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab dan hanya merujuk pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh instansi terkait.