Pencarian

Udara Kabur Selimuti Hampir Seluruh Kalsel, Suhu Maksimum Capai 35 Derajat Celsius

Kamis, 29 Oktober 2026 • 08:32:31 WIB
Udara Kabur Selimuti Hampir Seluruh Kalsel, Suhu Maksimum Capai 35 Derajat Celsius
Kabut asap dari karhutla menyelimuti hampir seluruh Kalimantan Selatan pada Kamis (29/10/2026).

BANJARMASIN — Kabut asap dari karhutla membuat udara di hampir seluruh Kalimantan Selatan tidak bersih pada Kamis (29/10/2026). Siang hingga sore hari, langit Kalsel mayoritas cerah berawan. Kabupaten Kotabaru menjadi satu-satunya daerah yang diprediksi mengalami hujan ringan.

Suhu udara di Kalsel pada hari yang sama diperkirakan menembus 35 derajat Celsius. Angka itu tergolong tinggi untuk wilayah yang seharusnya mulai memasuki masa peralihan musim.

Mengapa Musim Hujan di Kalsel Mundur?

Direktur Perubahan Iklim BMKG, A. Fachri Radjab, menyebut fenomena El Nino masih aktif dan memengaruhi pola musim di Kalsel. Sejak awal 2026, BMKG sudah memprediksi El Nino akan memperpanjang musim kemarau dan membuatnya lebih kering dari kondisi normal.

"Akibatnya, musim hujan yang akan hadir itu akan lebih mundur dan kemungkinan lebih pendek dari normalnya," ujar Fachri dalam Press Conference Prediksi Musim Hujan Tahun 2026/2027 Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (7/10/2026).

Pernyataan itu disampaikan jauh sebelum udara kabur terpantau menyelimuti Kalsel. Artinya, kondisi yang terjadi pada Kamis (29/10/2026) sejalan dengan peringatan awal BMKG soal kemarau yang lebih panjang.

Puncak Musim Hujan Nasional Baru Terjadi Desember 2026

BMKG memproyeksikan puncak musim hujan di sebagian besar Indonesia tidak seragam. Puncak pertama diperkirakan pada Desember 2026, mencakup 155 zona musim (ZOM) atau 36,94 persen luas daratan Indonesia.

Setelah itu, puncak musim hujan bergeser ke Januari 2027 pada 162 ZOM atau 25,68 persen luas daratan. Sisanya, 190 ZOM atau 16,79 persen luas daratan, baru mencapai puncak pada Februari 2027.

Fachri menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian khusus di Kalimantan Selatan. Wilayah yang awal musim hujannya lebih mundur berpotensi mengalami masa kering lebih lama dibanding daerah lain.

Rincian Wilayah Tunggu Stasiun Klimatologi Kalsel

Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan akan merilis rincian wilayah yang mengalami awal musim hujan lebih mundur. Rilis itu juga memuat prediksi puncak musim hujan dan sifat hujan periode 2026/2027.

Hingga rincian itu keluar, warga Kalsel diimbau mencermati kondisi udara harian. Kabut asap dari karhutla bisa memperburuk kualitas udara di tengah suhu yang panas dan minim hujan.

Follow kalselonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: wartabanjar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks