Pencarian

BMKG Prediksi Awal Musim Hujan Kalsel Mundur, 50,7 Persen Wilayah Baru Masuk Desember 2026

Kamis, 08 Oktober 2026 • 13:31:01 WIB
BMKG Prediksi Awal Musim Hujan Kalsel Mundur, 50,7 Persen Wilayah Baru Masuk Desember 2026
Staklim Kelas I Kalsel memaparkan prediksi awal musim hujan 2026/2027 dalam konferensi pers virtual, Rabu (7/10/2026).

BANJARBARU — Stasiun Klimatologi (Staklim) Kelas I Kalimantan Selatan membeberkan rincian prediksi awal musim hujan 2026/2027 dalam konferensi pers virtual, Rabu (7/10/2026). Pemaparan disampaikan Yosef Luky Dwi Prasetya dari BMKG. Hasilnya, tidak ada satu tanggal seragam untuk seluruh Kalsel.

Sebanyak 49,3 persen wilayah diprediksi memasuki awal musim hujan pada November 2026. Sisanya, 50,7 persen, baru menyusul pada Desember 2026. Pola bertahap ini membuat kesiapsiagaan tidak bisa digelar serentak di semua kabupaten dan kota.

Mundur Tiga Dasarian, El Niño Jadi Pemicu Utama

Dibandingkan kondisi normal periode 1991–2020, awal musim hujan kali ini cenderung terlambat. Sebanyak 64,5 persen wilayah Kalsel diprediksi mundur tiga dasarian atau lebih. Sebanyak 27,7 persen mundur satu dasarian, dan 7,8 persen mundur dua dasarian.

Faktor pendorongnya adalah El Niño yang tercatat berlangsung dengan intensitas sangat kuat selama Juli-Agustus-September. Fenomena itu diprediksi masih bertahan hingga awal 2027. Sementara IOD positif diprakirakan bertahan sampai akhir 2026.

Kendati awal musim bergeser, sifat musim hujan 2026/2027 secara keseluruhan diprakirakan normal pada 100 persen wilayah Kalsel. Artinya, curah hujan diprediksi berada dalam kategori normal dibandingkan rata-ratanya.

Puncak Hujan Terbanyak Januari 2027, Mayoritas Mundur Sebulan

Puncak musim hujan di Kalsel paling banyak diprediksi terjadi pada Januari 2027, mencakup 56,4 persen wilayah. Sebanyak 36 persen wilayah mencapai puncak pada Desember 2026, lalu 4,7 persen pada Maret 2027 dan 2,9 persen pada Mei 2027.

Jika dibandingkan kondisi normal, puncak musim hujan mundur satu bulan pada 53,1 persen wilayah Kalsel. Sebanyak 40,5 persen wilayah sama dengan normal, dan 6,3 persen maju satu bulan.

Untuk durasi musim hujan, prediksi terbagi tiga. Sebanyak 46,6 persen wilayah mengalami durasi 19–21 dasarian, 50,4 persen wilayah 22–24 dasarian, dan 2,9 persen wilayah 25–27 dasarian.

Waspada Karhutla September-Oktober, Banjir Saat Hujan Tiba

BMKG meminta masyarakat dan pemerintah daerah mengantisipasi dampak kekeringan serta karhutla, terutama pada September-Oktober. Begitu musim hujan mulai berlangsung, kesiapsiagaan mesti diarahkan ke potensi banjir dan longsor.

Di sektor pertanian, BMKG merekomendasikan penyesuaian jadwal tanam dan pemilihan varietas dengan siklus tanam lebih pendek. Untuk sumber daya air, air hujan perlu dimanfaatkan dengan meningkatkan kapasitas tampung serta mengoptimalkan drainase dan konservasi air.

Dari sisi kesehatan, masyarakat diingatkan mengantisipasi penyakit yang berkaitan dengan genangan air lewat pemberantasan sarang nyamuk dan larvasidasi. Adapun untuk kebencanaan, kesiapan evakuasi dan sistem drainase perlu diperkuat menghadapi periode awal hingga puncak musim hujan.

Follow kalselonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kanalkalimantan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks