BANJARMASIN — Selain tabungan pendidikan, keluarga almarhumah menerima perlengkapan sekolah dan bantuan tali asih. Anak tersebut kini berusia lima tahun dan menempuh pendidikan di TK Dharma Yanti.
Neli menyebut bantuan itu sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap keberlanjutan pendidikan anak yang kehilangan ibunya.
"Kami ingin memastikan anak almarhumah tetap mendapat perhatian, terutama untuk keberlanjutan pendidikannya. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan dapat mendukung anak tersebut melanjutkan sekolah hingga jenjang berikutnya," ujar Neli.
Riwayat Almarhumah: Guru Honorer yang Gugur di Tengah Kabut Asap
Almarhumah merupakan seorang guru honorer yang meninggal dunia setelah penyakit asma yang dideritanya kambuh di tengah kondisi kabut asap. Kabut asap menjadi persoalan musiman yang berulang di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan, termasuk Banjarmasin.
Keluarga berharap anak almarhumah dapat melanjutkan pendidikan dasar di kawasan Sungai Andai agar lebih dekat dengan tempat tinggalnya.
Nenek Almarhumah: Kami Masih Diperhatikan
Marhamah, ibu almarhumah sekaligus nenek anak tersebut, menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan kepada keluarganya.
"Alhamdulillah, kami merasa masih diperhatikan. Terima kasih banyak kepada Bapak Wali Kota, Bunda PAUD, dan semua pihak yang sudah peduli kepada keluarga kami, terutama cucu saya. Semoga bantuan ini menjadi amal ibadah dan cucu saya bisa terus sekolah dengan lancar," tutur Marhamah.
Dukungan agar Kehilangan Orang Tua Tidak Menghambat Sekolah
Bantuan tabungan pendidikan dari program Simpeda Bank Kalsel diharapkan menutup sebagian kebutuhan sekolah anak hingga jenjang berikutnya. Pemerintah Kota Banjarmasin menyatakan perhatian dari berbagai pihak diperlukan agar kehilangan orang tua tidak menghambat kesempatan anak untuk belajar dan meraih masa depan.
Penyerahan bantuan melibatkan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin yang akan menindaklanjuti kebutuhan pendidikan anak, termasuk rencana melanjutkan sekolah dasar di kawasan Sungai Andai.