KALIMANTAN SELATAN — Google Wallet resmi menambahkan dukungan penyimpanan driver's license dan state ID untuk pengguna di Oklahoma, memperluas cakupan digital ID ke 12 negara bagian AS. Fitur ini memungkinkan pengguna Android 9 ke atas menyimpan identitas resmi langsung di aplikasi dompet digital, meski kartu fisik tetap wajib dibawa. Langkah ini menandai babak baru adopsi identitas digital di Amerika Serikat menjelang tenggat REAL ID 2025.
Oklahoma menjadi negara bagian terbaru yang bergabung dalam ekosistem digital ID Google Wallet. Dukungan ini diumumkan setelah sebelumnya Google merilis fitur serupa untuk Ohio pada September 2026, memperluas jangkauan layanan ke wilayah Midwest dan sekitarnya.
Pengguna di negara bagian tersebut kini dapat menambahkan SIM atau kartu identitas resmi ke aplikasi Google Wallet di perangkat Android. Proses verifikasi melibatkan pengambilan foto kartu fisik dari sisi depan dan belakang, serta rekaman video singkat wajah pengguna untuk keperluan autentikasi.
Cara Menambahkan State ID di Google Wallet
Google menyediakan alur yang relatif sederhana bagi pengguna yang ingin mendigitalkan identitas resminya. Fitur ini tersedia di perangkat yang menjalankan Android 9 atau versi lebih baru.
- Buka aplikasi Google Wallet di perangkat Android 9+
- Ketuk tombol "plus" di samping "View more" pada bagian bawah layar
- Pilih "ID & personal info" lalu "Driver's license or state ID"
- Pilih negara bagian yang sesuai dan ikuti instruksi verifikasi
Setelah disetujui, kartu identitas digital akan muncul di bawah carousel metode pembayaran, berdampingan dengan pass lainnya. Pengguna dapat mengatur ulang urutan tampilan atau menghapus ID dari jarak jauh melalui myaccount.google.com jika ponsel hilang.
Daftar Negara Bagian yang Sudah Mendukung
Hingga saat ini, Google Wallet telah menjangkau 12 yurisdiksi di Amerika Serikat. Maryland menjadi pionir dengan peluncuran pada Desember 2022, disusul Arizona, Colorado, dan Georgia pada Oktober 2023.
California menyusul pada Agustus 2024, diikuti New Mexico pada Desember 2024. Sepanjang 2025, Iowa, Montana, Puerto Rico, Arkansas, dan North Dakota bergabung. Ohio dan Oklahoma melengkapi daftar pada 2026.
West Virginia telah diumumkan akan menyusul, dengan ketersediaan yang diumumkan sejak April 2025. Google belum memberikan jadwal pasti untuk peluncuran di negara bagian tersebut.
Di Mana State ID Digital Bisa Digunakan
Penggunaan utama identitas digital ini adalah di pos pemeriksaan TSA di sejumlah bandara Amerika Serikat. Ada dua metode yang tersedia: menempelkan ponsel ke terminal NFC, atau memindai kode QR yang dibuka melalui Google Wallet.
Untuk metode NFC, pengguna perlu meninjau informasi yang akan dibagikan ke TSA dan melakukan autentikasi dengan membuka kunci perangkat. Sementara metode QR code memerlukan pembukaan ID di aplikasi sebelum dipindai petugas.
Meski demikian, aturan resmi masih mewajibkan pemilik identitas membawa kartu fisik di setiap waktu. Beberapa aplikasi seperti layanan penyewaan mobil mulai menerima digital ID untuk verifikasi identitas dan usia.
Zero-Knowledge Proof dan Masa Depan Identitas Digital
Google tengah mengembangkan teknologi Zero-Knowledge Proof yang memungkinkan verifikasi identitas tanpa mengungkap data pribadi pengguna. Teknologi ini akan dibuka sebagai open source untuk siapa pun yang ingin menggunakannya.
Pada perangkat mobile, jika aplikasi atau situs web meminta verifikasi usia, pengguna cukup mengonfirmasi dan mengautentikasi melalui system-level prompt. Di desktop web, prosesnya melibatkan pemindaian kode QR.
Ke depan, Google berencana memperluas penggunaan digital ID ke DMV di Arizona, Georgia, Maryland, dan New Mexico. Perusahaan juga tengah menjajaki integrasi untuk pemulihan akun Amazon, akses layanan kesehatan online melalui CVS dan MyChart by Epic, serta verifikasi profil di platform seperti Uber.
Penggunaan Paspor sebagai REAL ID
Google juga menyediakan opsi penggunaan paspor AS sebagai ID pass untuk perjalanan domestik di bandara yang mendukung. Fitur ini dirilis menjelang tenggat REAL ID pada 7 Mei 2025.
Untuk menambahkannya, pengguna membuka Google Wallet, memilih "Add to Wallet" lalu "ID pass". Prosesnya melibatkan foto halaman informasi paspor, pemindaian chip keamanan di sampul belakang, dan rekaman video wajah untuk verifikasi.
Instruksi penggunaan NFC dan QR code untuk paspor digital sama dengan state ID. Pengguna tetap harus membawa paspor fisik saat bepergian, dan fitur ini tidak berlaku untuk perjalanan internasional.
Ekspansi Google Wallet ke Oklahoma menunjukkan adopsi identitas digital di AS terus berjalan meski belum seragam. Bagi pengguna Indonesia, perkembangan ini menjadi gambaran bagaimana dompet digital bisa berkembang dari alat pembayaran menjadi pusat identitas resmi di masa depan.