Proyek jalan tembus ini disiapkan sebagai jalur alternatif yang dinilai krusial bagi mobilitas warga dan distribusi logistik. Peninjauan yang dilakukan Kamis (3/9/2026) itu dihadiri Kepala Dinas PUPR, unsur Forkopimcam, serta para Kepala Desa setempat di Kecamatan Pulau Laut Tengah.
Fungsi Krusial Saat Jembatan Penghubung Rampung
Keberadaan jalan ini tidak bisa dilepaskan dari progres pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Laut–Daratan Kalimantan yang ditargetkan beroperasi pada 2028. Setelah jembatan tersebut aktif, arus kendaraan dari pulau menuju daratan Kalimantan diprediksi meningkat signifikan.
Tanpa ruas jalan baru, kawasan Tanjung Serdang berpotensi menjadi titik kemacetan utama. Bupati Rusli menegaskan bahwa Pulau Laut Tengah merupakan pintu gerbang utama baik menuju pusat kota maupun daerah pesisir kepulauan.
"Kita ketahui bersama, Kecamatan Pulau Laut Tengah ini adalah pintu gerbang masuk ke kota maupun ke daerah pesisir kepulauan. Dengan adanya jalan tembus ini, masyarakat tidak lagi mengalami hambatan lalu lintas di kawasan Tanjung Serdang," ujar Bupati.
Mekanisme Pembebasan Lahan dan Kompensasi Warga
Sebelum proyek fisik dimulai, pemerintah daerah telah melakukan sosialisasi kepada para Kepala Desa dan Ketua RT. Tahap awal yang akan dikerjakan dalam hitungan hari adalah pengukuran panjang serta lebar badan jalan di lapangan.
Bupati memastikan proses pembebasan lahan berjalan transparan. Jika nantinya tanah milik warga terdampak, pemerintah daerah akan menghitung dan memberikan kompensasi yang layak kepada pemilik lahan.
Hal ini menjadi perhatian utama agar proyek tidak memicu konflik sosial di tingkat akar rumput. Pemkab Kotabaru berupaya mengedepankan pendekatan musyawarah sejak tahap perencanaan.
Target Jangka Panjang: Mengangkat Potensi Wisata Bumi Saijaan
Dampak pembangunan infrastruktur ini diharapkan melampaui sekadar kelancaran lalu lintas. Bupati menyampaikan optimisme bahwa akses yang lebih baik akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kotabaru.
"Kami berharap ke depannya Kotabaru menjadi daerah yang banyak dikunjungi masyarakat dari luar untuk melihat dan menikmati wisata yang ada di Bumi Saijaan," harap Rusli.
Perbaikan konektivitas antarwilayah memang kerap menjadi prasyarat utama bangkitnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah kepulauan. Potensi bahari Pulau Laut selama ini masih terkendala akses menuju lokasi yang kurang memadai.
Aspirasi Warga Difasilitasi Setelah Tinjauan Lapangan
Agenda Bupati tidak berhenti pada pemeriksaan titik lokasi. Usai meninjau lapangan, Rusli membuka sesi dialog bersama masyarakat di Aula Kantor Kecamatan Pulau Laut Tengah.
Forum tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan aspirasi serta mempertanyakan detail teknis rencana pembangunan. Pemerintah daerah berkomitmen menampung masukan sebelum proses pengerjaan fisik memasuki tahap berikutnya.