Pencarian

Desa Adat Sade Terbakar, 320 Warga Kehilangan Rumah dan Mata Pencaharian

Selasa, 01 September 2026 • 18:12:31 WIB
Desa Adat Sade Terbakar, 320 Warga Kehilangan Rumah dan Mata Pencaharian
Kebakaran meluluhlantakkan hampir seluruh kawasan Desa Adat Sade di Lombok, Sabtu (22/8), termasuk rumah tinggal dan fasilitas wisata.

KALIMANTAN SELATAN — Desa Adat Sade selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya paling autentik di Lombok. Rumah-rumah adatnya yang beratap alang-alang, dinding anyaman bambu, serta lantai dari campuran kotoran kerbau dan tanah liat menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara maupun domestik. Namun pada Sabtu (22/8), kebakaran meluluhlantakkan hampir seluruh kawasan adat tersebut, termasuk rumah tinggal, artshop, lumbung padi, dan berbagai fasilitas penunjang wisata.

Kehidupan Warga Hancur, Bukan Sekadar Rumah

Bagi masyarakat Sade, kebakaran ini bukan hanya soal kehilangan atap. Rumah adat di desa ini berfungsi ganda sebagai ruang tinggal sekaligus tempat usaha. Banyak warga yang menggantungkan hidup dari menjual tenun ikat khas Sasak, kerajinan anyaman, hingga dagangan kecil-kecilan untuk para turis yang datang berkunjung setiap hari.

Anggota Komisi VIII DPR, Nessy Kalviya, menegaskan bahwa pemulihan tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata. "Yang kita pulihkan bukan hanya rumah, tetapi kehidupan masyarakatnya. Kalau rumahnya kembali tetapi penghidupannya tidak kembali, pemulihan belum selesai," ujarnya saat meninjau lokasi kebakaran, Selasa (1/9).

Pembangunan Kembali Wajib Pertahankan Arsitektur Asli Sasak

Tantangan terbesar dalam proses rekonstruksi adalah mempertahankan keaslian arsitektur tradisional Sasak. Desa Sade bukan sekadar kawasan wisata komersial—ia adalah ruang hidup yang di dalamnya terkandung nilai budaya, tata ruang, dan kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. Pembangunan ulang yang tidak memperhatikan aspek ini akan menghilangkan esensi yang membuat Sade istimewa di mata wisatawan.

Nessy menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam pemulihan. "Yang kita lihat hari ini, kepedulian masyarakat luar biasa. Bantuan datang dari berbagai pihak. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Sade tidak sendiri," katanya. Bantuan darurat yang telah mengalir dari berbagai lembaga dan perorangan kini harus segera diikuti dengan program pemulihan yang terukur agar warga tidak terlalu lama berada dalam ketidakpastian.

Mitigasi Bencana Jadi Pelajaran Penting

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kawasan wisata adat di Indonesia umumnya rentan terhadap kebakaran, terutama karena material bangunan yang dominan organik. Nessy mendorong pemerintah untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana secara berkelanjutan. "Mitigasi jangan baru diperkuat setelah bencana terjadi. Kita harus membangun masyarakat yang lebih siap dan aman," tegasnya.

Bagi wisatawan yang berencana berkunjung ke Lombok, kondisi Desa Adat Sade saat ini sedang dalam proses pemulihan. Informasi terkini mengenai status kunjungan wisata dapat dikonfirmasi melalui Dinas Pariwisata Lombok Tengah. Meski kawasan ini tengah berduka, semangat gotong royong yang tumbuh dari berbagai pihak memberikan harapan bagi warga Sade untuk bangkit kembali dan menyambut wisatawan seperti sebelumnya.

Follow kalselonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks