Pencarian

10 Hektare Hutan di Ketapang Terbakar, Cagar Alam Muara Kendawangan Ikut Hangus

Senin, 07 September 2026 • 19:23:01 WIB
10 Hektare Hutan di Ketapang Terbakar, Cagar Alam Muara Kendawangan Ikut Hangus
Tim gabungan memadamkan api di area kebakaran hutan seluas 10 hektare di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

KALIMANTAN SELATAN — Kepulan asap dan bara api di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menjadi perhatian serius aparat. Cagar Alam (CA) Muara Kendawangan, kawasan konservasi yang seharusnya menjadi benteng terakhir flora fauna, ikut menjadi korban amukan si jago merah. Titik api yang terpantau satelit tersebar di tiga desa dan area konsesi sebuah perusahaan.

34 Titik Panas dan 10 Hektare Lahan Terbakar

Berdasarkan data satelit NOAA20 dan SNPP yang diolah melalui aplikasi Lancang Kuning, sedikitnya 34 titik panas (hotspot) terdeteksi. Lokasinya tersebar di Desa Pembedilan, Desa Air Hitam Besar, dan Desa Air Hitam Hulu.

Hasil pengecekan langsung di lapangan oleh tim gabungan menemukan areal yang telah terbakar dengan luasan bervariasi. Sekitar 3 hektare lahan hangus di Desa Pembedilan, 5 hektare di Desa Air Hitam Hulu, dan 2 hektare di Desa Air Hitam Besar. Kawasan yang terdampak meliputi CA Muara Kendawangan dan area konsesi PT Buana Megatama Jaya (PT BMJ).

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris menjelaskan, jenis kebakaran yang terjadi adalah kebakaran permukaan. "Vegetasi yang terbakar didominasi ilalang, semak belukar dan tanaman albasia," jelasnya, Senin (7/9/2026).

Dugaan Perburuan Liar di Kawasan Konservasi

Di balik kobaran api, polisi mencium aroma aktivitas ilegal. Hasil penanganan sementara di lapangan mengindikasikan kebakaran ini berkaitan erat dengan praktik perburuan liar di kawasan konservasi. Meski demikian, pihak kepolisian belum membeberkan secara rinci barang bukti atau temuan yang menjadi dasar dugaan tersebut.

AKBP Muhammad Harris menegaskan, pengecekan lapangan akan terus dioptimalkan. Langkah ini untuk memastikan kondisi setiap titik panas sekaligus mencegah api meluas ke area konservasi lainnya.

Pemadaman Terkendala Akses Jalan Terputus

Personel gabungan dari Polsek Kendawangan, Polres Ketapang, BKSDA Ketapang, serta tim pemadam PT SKS, PT BNS, dan PT BMJ telah dikerahkan. Mereka melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa.

Namun, upaya tersebut tidak berjalan mulus. Sejumlah titik panas tidak dapat diperiksa karena tim terkendala akses jalan yang terputus menuju beberapa lokasi. Kondisi geografis yang sulit dijangkau menjadi tantangan tersendiri dalam operasi pemadaman ini.

Arahan Kapolres: Jaga Hutan, Laporkan Titik Api

Harris mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran maupun mengganggu kawasan konservasi. Sinergi antara kepolisian, BKSDA, TNI, dan pihak perusahaan terus diperkuat untuk memantau perkembangan di wilayah Kendawangan.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan dan lahan. Apabila menemukan adanya titik api maupun aktivitas yang berpotensi menyebabkan Karhutla, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat," tegasnya.

Polres Ketapang bersama BKSDA dan unsur terkait akan melanjutkan pemantauan intensif terhadap titik panas, khususnya di kawasan hutan yang memiliki fungsi konservasi. Langkah preventif ini dinilai krusial untuk menyelamatkan sisa kawasan lindung dari ancaman kebakaran susulan.

Follow kalselonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks