KALIMANTAN SELATAN — Stasiun Gambir selama ini identik dengan pelayanan kereta api jarak jauh. Namun, posisinya yang strategis di pusat Jakarta membuat stasiun ini berpotensi menjadi simpul integrasi transportasi yang lebih besar, termasuk untuk melayani pengguna Commuter Line yang selama ini hanya melintas tanpa berhenti di stasiun tersebut.
Setiap harinya, Gambir melayani 34 perjalanan kereta reguler dengan sekitar 78 aktivitas pemberhentian untuk naik-turun penumpang jarak jauh. Di jalur layang yang sama, Commuter Line lintas Jakarta Kota-Bogor dan Jakarta Kota-Nambo rutin melintas, namun belum pernah sekalipun berhenti untuk menaikkan atau menurunkan penumpang di Gambir.
Lonjakan Pengguna KRL Jadi Pemicu
Data internal KAI menunjukkan pertumbuhan pengguna KRL Jabodetabek yang signifikan. Lintas Bogor Line menjadi penyumbang terbesar dengan 153,53 juta perjalanan pada 2025, atau setara 44,55 persen dari total perjalanan KRL Jabodetabek. Lintas ini justru melewati kawasan Gambir tanpa pelayanan berhenti.
"Pertumbuhan perjalanan KRL menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas menuju pusat Jakarta terus meningkat," ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan resminya, Jumat (28/8/2026).
Ia menegaskan bahwa kesiapan Gambir harus dilihat sebagai bagian dari pengembangan sistem transportasi terintegrasi, bukan sekadar penambahan stasiun pemberhentian biasa.
Kesiapan Infrastruktur Jadi PR Utama
Pengembangan layanan KRL di Gambir bukan perkara mudah. KAI menyebut sejumlah aspek krusial harus dipersiapkan secara menyeluruh sebelum keputusan final diambil.
"Mulai dari fasilitas pelayanan pelanggan, kesiapan peron, alur perpindahan, kapasitas lintas, kelistrikan, persinyalan, hingga pola operasi. Keselamatan dan keandalan perjalanan tetap menjadi prioritas utama," jelas Anne.
Koordinasi dengan regulator juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses kajian ini. Kapasitas lintas yang sudah padat di jalur layang Gambir menjadi tantangan tersendiri yang harus dihitung secara cermat.
Gambir dan Masa Depan Transportasi Jabodetabek
Rencana ini sejalan dengan konsep New Gambir yang menempatkan pembenahan stasiun sebagai bagian dari penguatan kapasitas transportasi kawasan. Letak stasiun yang berdekatan dengan Monas, kawasan pemerintahan, perkantoran, hotel, dan ruang publik menjadikannya titik strategis untuk konektivitas antarwilayah.
Sepanjang Januari-Juli 2026, Stasiun Gambir mencatat 3,87 juta pelanggan, terdiri dari 1,99 juta penumpang naik dan 1,88 juta penumpang turun. Angka ini menegaskan peran Gambir sebagai salah satu stasiun utama di jantung ibu kota.
Jika terealisasi, layanan KRL di Gambir akan memangkas waktu tempuh pengguna Commuter Line menuju pusat pemerintahan dan kawasan bisnis tanpa perlu transit di stasiun lain. Namun, KAI belum membeberkan target waktu pasti kapan layanan ini dapat dioperasikan.