BANJARMASIN — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (FKIP ULM) menegaskan komitmennya merespons arus modernisasi dengan menggelar konferensi internasional. Acara yang berlangsung secara hybrid ini mengangkat tema kepemimpinan instruksional berbasis AI untuk menyongsong generasi emas.
Konferensi ini menjadi respons atas masifnya penggunaan kecerdasan artifisial di berbagai lini, termasuk pendidikan. ULM menilai integrasi AI harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai humanis agar tidak menghilangkan esensi proses belajar mengajar.
Etika Jadi Fondasi Pemanfaatan AI di Ruang Kelas
Dekan FKIP ULM menekankan bahwa kehadiran AI tidak bisa dihindari, namun penggunaannya di ruang kelas harus berpijak pada etika. Guru dan dosen didorong menjadi pemimpin pembelajaran yang mampu memanfaatkan teknologi tanpa mengorbankan interaksi manusiawi.
Penguatan kapasitas kepemimpinan instruksional dinilai krusial. Pendidik tidak hanya dituntut menguasai teknologi, tetapi juga mampu memfilter informasi dan menanamkan karakter kepada peserta didik.
Mendorong Kolaborasi Akademisi Lintas Negara
Melalui konferensi ini, ULM membuka ruang dialog bagi akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari berbagai negara. Gagasan tentang masa depan pendidikan di era AI diharapkan melahirkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif.
Kegiatan ini juga menjadi ajang bagi ULM untuk memperkuat jejaring internasional. Kolaborasi riset dan program pertukaran pelajar menjadi agenda lanjutan yang bakal dijajaki pasca-konferensi.