KALIMANTAN SELATAN — Duel klasik persaingan sepak bola Indonesia kembali tersaji di partai puncak. Persib Bandung yang menyingkirkan Persija Jakarta dengan skor 2-1 di semifinal, akan berhadapan dengan Persebaya Surabaya yang mengalahkan Arema FC lewat gol tunggal Yuran Fernandes. Kedua tim hanya punya waktu istirahat kurang dari 48 jam sebelum tampil di laga final.
Keputusan menggelar final tanpa penonton di Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi sorotan. Basis suporter kedua tim dikenal sangat besar dan fanatik, sehingga panitia memilih langkah preventif untuk menghindari potensi kericuhan di dalam stadion.
Jeda 48 Jam: Tantangan Pemulihan Fisik Pemain
Padatnya jadwal turnamen pramusim ini memaksa pelatih Persib, Igor Tolic, bekerja ekstra keras menjaga kebugaran skuadnya. Ia menegaskan prioritas utama timnya saat ini adalah pemulihan kondisi fisik pemain yang baru saja bertanding pada Selasa (4/8) malam.
"Kami harus melindungi kesehatan pemain untuk pertandingan selanjutnya, untuk karier mereka, untuk kompetisi Asia dan tim nasional," ujar Igor Tolic selepas laga kontra Persija.
Gelandang Persib, Luciano 'Lucho' Guaycochea, menambahkan bahwa seluruh tim dalam kondisi senang dan siap memberikan penampilan terbaik di final. "Kami akan berusaha memberikan penampilan yang terbaik di final dan tentu saja, kami pun senang bisa berada di final," kata Lucho mengutip laman resmi klub.
Persebaya Manfaatkan Keunggulan Jumlah Pemain
Perjalanan Persebaya ke partai puncak tidak mudah. Mereka harus melewati laga sengit melawan Arema FC yang diwarnai kartu merah untuk Diego Landis. Keputusan wasit Candra asal Kota Padang tersebut dimanfaatkan Bajul Ijo untuk mempertahankan keunggulan 1-0 hingga laga usai.
Striker Persib, Balsa Sekulic, yang mencetak gol di semifinal, bertekad membawa timnya meraih gelar juara. Sementara itu, gelandang Persebaya, Francesco Rivera, menyatakan timnya siap tempur menghadapi Persib meski waktu persiapan singkat.
Izin Resmi AFC dan Kebijakan 12 Pergantian Pemain
Polemik soal masa rehat 48 jam sempat ramai di media sosial. Namun, Wakil Ketua Organizing Committee (OC) Bidang Administrasi Turnamen Piala Presiden 2026, Risha Adi Widjaya, memastikan jadwal tersebut telah mengantongi izin dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
"Untuk Piala Presiden 2026 ini, kita sudah mendapatkan approval dari AFC, di mana untuk mendapat approval itu kita juga mengirimkan jadwal, regulasi, dan hal-hal administrasi lainnya," jelas Risha dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu. Ia merujuk pada surat resmi AFC bernomor AFC/IDN/T2/7612-2026.
Sebagai solusi menjaga kebugaran pemain di turnamen pramusim ini, panitia menerapkan kebijakan khusus yang memperbolehkan setiap tim melakukan pergantian hingga 12 pemain dalam satu pertandingan. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga kualitas pertandingan final meski kedua tim bermain dengan kondisi fisik yang tidak seratus persen.