TABALONG — Gebyar Maulid dan Doa Bersama memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW digelar di Lapangan 17 Mei, Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong, Senin (14/09/2026). Acara ini mengangkat cagar budaya Makan Batalam Bakipas Pangeran, tradisi makan bersama dalam satu nampan yang menjadi ciri khas Banua Lawas.
Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani hadir bersama Wakil Bupati Habib Muhammad Taufani Alkaf, Wakil Ketua DPRD Tabalong Hj Noor Farida, Camat Banua Lawas Arianto, dan Anggota DPRD Kalsel. Tradisi ini berbeda dari perayaan maulid di kecamatan lain di Tabalong karena mengangkat warisan leluhur yang telah diakui secara nasional.
806 Talam dari 22 Stand, Meningkat dari Tahun Lalu
Camat Banua Lawas Arianto menyebut Makan Batalam Bakipas Pangeran telah masuk dalam Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia yang ditetapkan Kementerian Kebudayaan RI. Kegiatan ini melibatkan seluruh desa se-Banua Lawas, instansi tingkat kecamatan, serta sejumlah sekolah di wilayah tersebut.
"Jumlah stand ada sebanyak 22, ada peningkatan dari tahun lalu dan total jumlah talam tahun 2026 ini sebanyak 806 talam. Ini selalu meningkat," ungkap Arianto.
Menurutnya, pengakuan sebagai WBTb Indonesia membuka peluang besar bagi Makan Batalam untuk memecahkan rekor Muri. Arianto menilai tradisi ini layak diusulkan karena sudah mendapat pengakuan secara nasional.
"Saya kira ini sangat recommended, apalagi Makan Batalam Bakipas Pangeran sudah mendapat pengakuan secara nasional," tambahnya.
Nilai Religius dan Silaturahmi dalam Satu Nampan
Bupati Tabalong menyampaikan rasa syukur atas keberlangsungan tradisi yang disebutnya sebagai kearifan lokal Kecamatan Banua Lawas. Ia berharap Makan Batalam terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi penerus.
"Ini patut kita syukuri, ini adalah kearifan lokal yang dulunya ada di Kecamatan Banua Lawas yang diakui Kementerian Kebudayaan RI. Kami berharap ini terus dipertahankan, kalau perlu dilestarikan sampai ke anak cucu generasi penerus," ucap Bupati.
Menurut Bupati, tradisi ini mengandung nilai-nilai religius yang kuat, mulai dari jalinan silaturahmi antarwarga hingga adat menjamu tamu istimewa.
"Nilai-nilai yang terkandung di dalam makan batalam ini ternyata banyak, tadi sudah dijelaskan ada salam, ada silaturahmi, ada menjamu tamu dan ada juga terkait dengan kebersamaan," ujarnya.
Langkah Selanjutnya: Rapat untuk Perluas Gaung Makan Batalam
Sosok yang akrab disapa H Fani ini berharap cagar budaya Makan Batalam dapat ditingkatkan lagi dengan masuk rekor Muri. Pemerintah Kabupaten Tabalong akan menggelar rapat untuk membahas pengembangan acara tersebut.
"Mudah-mudahan lebih ditingkatkan lagi menjadi Museum Rekor Indonesia, menjadi event yang besar. Jadi ini yang akan kami rapatkan sehingga makan batalam ini gaungnya semakin dikenal luas," harap Bupati.
Gebyar Maulid dan Doa Bersama kali ini mengangkat tema Gebyar Maulid dan Doa Bersama Cagar Budaya Makan Batalam di Bumi Pusaka Kecamatan Banua Lawas. Tradisi Makan Batalam Bakipas Pangeran menjadi salah satu kekayaan budaya Kalimantan Selatan yang terus dijaga warga Banua Lawas.