Pencarian

Menteri Bahlil Minta Pemilik Mobil Mewah Berhenti Isi BBM Subsidi

Sabtu, 19 September 2026 • 18:54:31 WIB
Menteri Bahlil Minta Pemilik Mobil Mewah Berhenti Isi BBM Subsidi

KALIMANTAN SELATAN — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia meminta pemilik mobil mewah berhenti mengisi bahan bakar subsidi dan beralih ke BBM nonsubsidi. Imbauan muncul setelah harga Pertamax naik dan sebagian konsumen kendaraan pribadi beralih ke Pertalite. Pemerintah masih mempertimbangkan regulasi pembatasan, tetapi Bahlil menegaskan imbauan moral perlu disampaikan lebih dulu.

Permintaan itu disampaikan Bahlil dalam pernyataan yang dikutip detikOto dari CNBC Indonesia. Ia menyoroti peralihan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dari nonsubsidi ke subsidi yang terjadi setelah harga Pertamax naik.

Menurut Bahlil, pemilik kendaraan kelas atas seharusnya tidak ikut mengonsumsi BBM bersubsidi. Ia menyebut kelompok mampu perlu mempertimbangkan dampak pengambilan hak masyarakat berpenghasilan rendah.

Imbauan Pakai Hati Nurani untuk Kelompok Mampu

Bahlil mengajak pemilik mobil mewah menggunakan hati nurani saat mengisi bahan bakar. Ia menyebut kendaraan seperti BMW dan mobil kelas tinggi lain sebagai contoh konsumen yang seharusnya memakai BBM nonsubsidi.

"Persoalan shifting, dari yang tadinya tidak memakai subsidi dan sekarang mereka memakai subsidi, saran saya sebagai warga negara Indonesia kepada saudara-saudara saya yang mampu, yang mohon maaf mobilnya pakai BMW, kemudian mobil-mobil yang kelas tinggi, mohonlah kita pakai hati juga," ujar Bahlil.

Ia menegaskan BBM subsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak menerimanya. Bahlil menilai penyaluran subsidi harus tepat sasaran agar tidak dinikmati kelompok yang secara ekonomi sudah mampu.

Regulasi Pembatasan Masih Dipertimbangkan

Pemerintah belum memutuskan penerbitan aturan khusus yang membatasi peralihan konsumsi BBM. Bahlil menyatakan regulasi membutuhkan proses, sementara imbauan bisa langsung disampaikan ke masyarakat.

"Saya akan mempertimbangkan, nanti kita lihat. Tapi kan saya harus ngomong ini dulu, kalau regulasi itu kan butuh proses. Tapi imbauan ini penting," ungkapnya.

Pernyataan itu menandakan pembatasan resmi belum masuk tahap final. Opsi regulasi tetap terbuka, tetapi pemerintah memilih menempuh jalur imbauan lebih dulu sebelum mengambil langkah yang mengikat.

Bahlil Klaim Tak Pernah Beli BBM Subsidi

Bahlil juga menyatakan dirinya tidak pernah membeli dan mengonsumsi BBM bersubsidi. Ia memakai pengalaman pribadinya sebagai contoh bagi masyarakat mampu.

"Kalau contoh kayak saya, masa sih saya pakai BBM subsidi. BBM subsidi itu kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya. Kalau yang punya gaji cukup, rumah bagus, mbok pakai hatilah," tuturnya.

Ia menambahkan kelompok mampu sebaiknya tidak mengambil hak rakyat yang membutuhkan. "Jadi berikanlah hak rakyat yang punya hak itu punya mereka, jangan yang mampu yang mengambilnya," kata Bahlil.

Dampak bagi Pemilik Kendaraan di Indonesia

Imbauan ini muncul di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi yang mendorong sebagian pengguna kendaraan pribadi beralih ke Pertalite. Bagi pemilik mobil mewah, biaya mengisi Pertamax memang lebih tinggi, tetapi peralihan ke BBM subsidi dinilai mengurangi kuota yang seharusnya dinikmati kelompok berpenghasilan rendah.

Belum ada sanksi resmi bagi pelanggar karena aturan pembatasan belum diterbitkan. Pemerintah masih mengandalkan kesadaran konsumen sambil mengkaji opsi regulasi yang lebih tegas.

Follow kalselonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks