BANJARBARU — Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan bersama Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI) Kalsel sukses menggelar festival yang mempertemukan anak-anak usia dini dari seluruh penjuru provinsi. Banjarbaru dan Tanah Bumbu keluar sebagai juara di masing-masing kategori.
Dua Kategori, Dua Juara Berbeda
Di kategori U-10, kontingen Banjarbaru berhasil merebut gelar juara setelah melewati serangkaian pertandingan ketat. Sementara itu, Tanah Bumbu menjadi yang terbaik di kategori U-12. Kedua tim menunjukkan permainan yang terorganisir dan semangat bertanding yang tinggi.
Festival ini bukan sekadar kompetisi. Dispora Kalsel dan FORSGI sengaja merancangnya sebagai wadah identifikasi talenta. Anak-anak yang menonjol dalam turnamen ini akan masuk dalam basis data pembinaan usia dini di Kalimantan Selatan.
Pembinaan Usia Dini Jadi Prioritas
Sepak bola usia dini di Indonesia kerap terkendala minimnya kompetisi terstruktur. Festival ini menjadi langkah konkret untuk membangun ekosistem pembinaan dari akar rumput. Dengan melibatkan perwakilan dari 10 kabupaten dan kota, Dispora Kalsel berharap bibit-bibit baru tidak hanya lahir dari kota besar, tetapi juga dari daerah-daerah yang selama ini kurang tersentuh.
Kegiatan di Lapangan Minisoccer Mabrur itu juga menjadi ajang silaturahmi antarpelatih dan pengurus sepak bola daerah. Mereka saling bertukar pengalaman mengenai metode latihan dan pola pembinaan yang efektif untuk anak-anak.
Kolaborasi Dispora dan FORSGI
Inisiatif ini lahir dari kerja sama antara Dispora Kalsel dan FORSGI. FORSGI selama ini dikenal aktif dalam menggelar turnamen usia dini di berbagai daerah. Dukungan penuh dari pemerintah provinsi membuat festival kali ini berjalan lebih terstandar, mulai dari kualitas lapangan hingga sistem pertandingan.
Ke depan, Dispora Kalsel berencana menjadikan festival ini sebagai agenda tahunan. Dengan begitu, proses penjaringan bakat bisa berlangsung secara berkelanjutan, bukan hanya acara musiman.