KALIMANTAN SELATAN — SteamDB mencatat angka signifikan dalam ajang Steam Next Fest yang berlangsung baru-baru ini. Dari ribuan game demo yang tersedia, hampir satu dari lima judul memiliki label pengakuan penggunaan generative AI (gen AI).
Temuan ini pertama kali dilaporkan Eurogamer. Bagi pemain yang jeli, label ini jadi sinyal penting sebelum memutuskan mengunduh demo.
Aturan Baru Valve Belum Sepenuhnya Efektif?
Valve sebenarnya sudah memperbarui pedoman penggunaan AI di Steam pada 2024. Kebijakan itu mewajibkan pengembang memberi tahu pemain jika game mereka mengandung konten buatan AI generatif.
Namun, ada celah. Valve menyatakan bahwa penggunaan AI untuk "efisiensi pengembangan" tidak perlu diberi label. Artinya, pengembang bisa memanfaatkan AI untuk mempercepat produksi aset tanpa harus mengakuinya ke publik.
Kelonggaran ini diduga menjadi alasan banyak game tetap memakai aset AI tanpa penggantian sebelum rilis. Fenomena ini sudah beberapa kali memicu skandal, termasuk pada game besar seperti Crimson Desert awal tahun ini.
Reaksi Pemain dan Pengembang Indie
Reaksi pemain terhadap konten AI di game cenderung negatif. Beberapa game yang ketahuan menggunakan aset AI buatan tanpa izin langsung mendapat kecaman di forum komunitas.
Di sisi lain, pengembang indie justru lebih vokal menolak AI. Banyak dari mereka yang secara terang-terangan menyatakan tidak akan memakai gen AI dalam proyek mereka.
Menariknya, beberapa game yang sejak awal mengadopsi AI seperti Arc Raiders justru mulai mengurangi ketergantungan pada teknologi tersebut dalam beberapa bulan terakhir. Ini menandakan adanya pergeseran sikap di kalangan developer.
Apa Artinya untuk Pemain di Indonesia?
Bagi gamer Indonesia yang aktif menjajal demo Steam Next Fest, label AI ini patut diperhatikan. Bukan berarti game dengan AI buruk, tetapi transparansi dari pengembang jadi nilai tambah.
Jika kamu peduli dengan orisinalitas konten atau mendukung karya seniman dan desainer manusia, memeriksa label AI sebelum mendownload demo bisa jadi langkah bijak.
Ke depannya, bisa jadi label AI ini akan menjadi standar baru yang memengaruhi keputusan pembelian game, bukan hanya di Steam, tapi juga platform distribusi digital lain.