BANJARBARU — DLH Kota Banjarbaru terus mengurangi jumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) di pusat kota menyusul banyaknya keluhan warga terkait estetika dan kebersihan. Puluhan titik TPS yang sebelumnya tersebar di pinggir jalan utama kini mulai dipangkas habis.
Puluhan TPS Dihapus, Mana yang Tersisa?
Kepala DLH Kota Banjarbaru menyebutkan bahwa pengurangan TPS difokuskan di kawasan perkotaan yang padat lalu lintas. Titik-titik yang dianggap mengganggu pemandangan dan menimbulkan bau tidak sedap menjadi prioritas untuk dihapus.
Beberapa TPS yang masih dipertahankan hanya yang berada di lokasi strategis dan memiliki sistem pengelolaan sampah yang lebih baik. DLH juga menyediakan tempat sampah terpilah di sejumlah titik sebagai gantinya.
Alasan di Balik Pemangkasan: Estetika vs Kebutuhan Warga
Kebijakan ini memicu pro dan kontra di kalangan warga. Sebagian warga mendukung karena lingkungan menjadi lebih bersih dan rapi. Namun, sebagian lainnya mengeluh karena harus berjalan lebih jauh untuk membuang sampah.
“Kami memahami kekhawatiran warga. Tapi kami juga punya tanggung jawab menjaga estetika kota. Kami sudah menyiapkan solusi pengganti, termasuk jadwal angkut samping door-to-door,” ujar Kepala DLH Kota Banjarbaru.
Dampak ke Warga: Akses Sampah Berubah, Jadwal Angkut Diperketat
Warga yang biasa membuang sampah di TPS pinggir jalan kini harus menyesuaikan diri dengan sistem baru. DLH memastikan petugas kebersihan akan menjemput sampah langsung ke rumah-rumah pada jam yang sudah ditentukan.
Namun, tidak semua kelurahan mendapatkan layanan door-to-door. DLH mengakui masih ada keterbatasan armada dan tenaga kebersihan. Untuk sementara, warga diimbau membuang sampah ke TPS yang masih beroperasi atau ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) terdekat.
Fakta Singkat: Penghapusan TPS di Banjarbaru
- Puluhan TPS di pusat kota Banjarbaru dihapus secara bertahap.
- Lokasi prioritas: ruas jalan utama dan kawasan komersial.
- Solusi alternatif: jadwal angkut sampah door-to-door dan penyediaan tempat sampah terpilah.
- Kebijakan ini bagian dari program penataan estetika kota.
Apa Langkah DLH Selanjutnya?
DLH Kota Banjarbaru akan mengevaluasi dampak kebijakan ini dalam sebulan ke depan. Jika ditemukan kendala di lapangan, pihaknya akan menambah titik pengangkutan sampah sementara atau memperluas layanan door-to-door.
“Kami terbuka dengan masukan warga. Yang terpenting, kota tetap bersih dan nyaman,” pungkas Kepala DLH.