KALIMANTAN SELATAN — Dalam pertemuan dengan jajaran direksi Waskita, Dony menekankan restrukturisasi tidak boleh berhenti pada solusi jangka pendek. Pembahasan mencakup valuasi aset menyeluruh, struktur utang dan kemampuan pembayarannya, hingga proyeksi arus kas ke depan. Semua ini menjadi dasar untuk menentukan model bisnis yang paling tepat dan berkelanjutan.
“Waskita jadi perusahaan tol kedua setelah Jasa Marga, itu tidak apa-apa asal dihitung dengan benar,” ujar Dony dalam keterangan resmi yang dikutip dari akun Instagram BP BUMN, Sabtu (18/7/2026).
Pernyataan ini menepis kekhawatiran bahwa fokus pada jalan tol akan menjadikan Waskita sekadar pemain kedua. Dony menegaskan, yang lebih penting dari besaran aset adalah perhitungan bisnis yang matang dan struktur keuangan yang sehat.
Bukan Sekadar Perpanjangan Waktu, Melainkan Transformasi Total
Dony menegaskan, proses penyehatan Waskita harus disusun berdasarkan perhitungan realistis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Targetnya bukan hanya memperpanjang waktu penyelesaian kewajiban, melainkan membangun fondasi bisnis yang lebih kuat dan tidak kembali menghadapi masalah serupa di masa depan.
BP BUMN bersama Danantara berkomitmen mengawal transformasi ini secara menyeluruh. Dengan model bisnis yang lebih fokus, struktur keuangan yang lebih solid, dan tata kelola yang semakin baik, Waskita diharapkan mampu tumbuh sebagai perusahaan yang sehat dan berdaya saing.
“Proses restrukturisasi ini harus menghasilkan solusi permanen yang memperkuat kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya sekaligus menciptakan nilai jangka panjang,” tegas Dony.
Bisnis Tol Jadi Andalan Baru, Kepercayaan Pemangku Kepentingan Target Utama
Bisnis jalan tol dinilai memiliki prospek kuat karena karakteristik pendapatannya yang jangka panjang. Namun, sebelum memasuki tahap pengembangan, kondisi keuangan Waskita harus dipastikan prima. Dengan demikian, perusahaan bisa memenuhi kewajibannya secara mandiri, memperkuat kepercayaan investor, dan membuka kembali akses pendanaan dari pasar modal.
Langkah ini menjadi kunci bagi Waskita untuk bangkit dari keterpurukan dan kembali menjadi kontributor aktif dalam pembangunan infrastruktur nasional, khususnya di sektor jalan tol.