BANJARMASIN — Jalan Zafri Zamzam di Kecamatan Banjarmasin Barat menjadi titik terparah banjir rob yang melanda Kota Banjarmasin, Selasa (19/5/2026). Air Sungai Kerokan meluap hingga menggenangi ruas jalan utama, memaksa pengendara melambatkan laju kendaraan mereka saat membelah genangan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Selatan mengidentifikasi banjir ini sebagai dampak fase Super New Moon yang terjadi pada 17 Mei 2026 malam. Fenomena pasang maksimum ini terjadi di perairan muara Sungai Barito, yang meliputi wilayah Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala.
Puncak Pasang Diprediksi Berlangsung 10 Hari
BMKG Kalsel memperingatkan bahwa potensi banjir rob di kawasan pesisir dan bantaran sungai akan berlangsung hingga 27 Mei 2026. Fase Super New Moon menyebabkan volume air laut naik lebih tinggi dari biasanya, sehingga sungai-sungai di Banjarmasin kesulitan mengalirkan air ke muara.
Pengendara yang melintas di Jalan Zafri Zamzam terlihat berhati-hati saat melaju di tengah genangan. Beberapa kendaraan roda dua memilih memutar balik untuk mencari jalur alternatif yang lebih aman.
Dampak Banjir Rob di Wilayah Lain
Selain Jalan Zafri Zamzam, sejumlah kawasan di Banjarmasin Barat juga terendam. Warga di permukiman tepian Sungai Kerokan mulai meninggikan perabotan rumah mereka sebagai antisipasi jika air terus naik.
BMKG mengimbau warga yang tinggal di bantaran Sungai Barito dan anak-anak sungainya untuk waspada terhadap potensi banjir rob susulan. Aktivitas bongkar muat di pelabuhan kecil sekitar muara Sungai Barito juga terpengaruh oleh kondisi pasang tinggi ini.
Pemerintah Kota Banjarmasin belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait langkah darurat penanganan banjir rob ini. Namun, petugas dari Dinas PUPR dan BPBD setempat dilaporkan sudah melakukan pemantauan di titik-titik rawan genangan sejak Senin malam.