Pencarian

Dislautkan Kalsel Perkuat SAKIP 2026 demi Kinerja Lebih Akuntabel

Selasa, 05 Mei 2026 • 11:49:43 WIB
Dislautkan Kalsel Perkuat SAKIP 2026 demi Kinerja Lebih Akuntabel
Penguatan SAKIP dan manajemen risiko Dislautkan Kalsel disiapkan untuk kinerja 2026 yang lebih akuntabel.

BANJARBARU — Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai mematangkan fondasi tata kelola kinerja untuk tahun anggaran 2026. Upaya tersebut diwujudkan melalui agenda Penguatan SAKIP dan Manajemen Risiko yang berlangsung di Aula Dislautkan Kalsel, Senin kemarin.

Sekretaris Dislautkan Kalsel, Nadiyah, membuka secara resmi kegiatan tersebut mewakili Kepala Dislautkan Kalsel, Rusdi Hartono. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi internal dinas untuk menyelaraskan perencanaan dengan target capaian yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Strategi Mitigasi Risiko dalam Program Kerja

Kepala Dislautkan Kalsel, Rusdi Hartono, menyatakan bahwa penguatan SAKIP dan manajemen risiko merupakan fondasi utama dalam mencapai kinerja instansi yang optimal. Menurutnya, setiap program yang disusun harus memiliki indikator keberhasilan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Penguatan SAKIP dan manajemen risiko ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh program berjalan efektif, terukur, dan mampu menjawab tantangan yang ada," ujar Rusdi dalam keterangan resminya.

Ia menekankan pentingnya identifikasi risiko secara menyeluruh di setiap lini organisasi. Hal ini krusial agar potensi hambatan yang muncul di lapangan tidak mengganggu pencapaian sasaran strategis dinas. Rusdi berharap setiap potensi risiko dapat diantisipasi sejak dini melalui sistem peringatan yang matang.

Meningkatkan Kualitas Perencanaan dan Pelaporan

Penerapan SAKIP yang lebih berkualitas diyakini akan memperbaiki siklus birokrasi, mulai dari tahap perencanaan, pengukuran, hingga pelaporan kinerja. Dislautkan Kalsel menargetkan adanya peningkatan transparansi dalam setiap laporan yang disajikan kepada publik maupun pimpinan daerah.

"Dengan SAKIP yang kuat, perencanaan dan pelaporan kinerja akan semakin akuntabel dan transparan," tegas Rusdi.

Agenda ini turut menghadirkan sejumlah narasumber kompeten untuk memberikan pendampingan teknis. Di antaranya Yuni Indriaswary Barito, Novi Heppiantie, Yayuk Susanti, dan Taufik Hidayat dari Inspektorat Kalsel, serta Dimas Nor Irasy Kusuma dari Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel.

Fokus pada Budaya Kerja Profesional

Melalui penguatan sistem ini, Dislautkan Kalsel berupaya membangun budaya kerja yang lebih profesional dan berorientasi pada hasil (result-oriented). Aparatur diharapkan tidak sekadar menjalankan rutinitas, tetapi memahami dampak dari setiap kegiatan yang dilaksanakan bagi sektor kelautan dan perikanan.

Integrasi antara manajemen risiko dan SAKIP diharapkan mampu menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani. Implementasi ini sekaligus menjadi persiapan menyongsong tantangan pembangunan daerah pada 2026 mendatang.

Bagikan
Sumber: jurnalkalimantan.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks