BANJARMASIN - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel terus mendorong peningkatan indeks literasi pada generasi muda di Bumi Lambung Mangkurat. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan menyelenggarakan ajang literasi kreatif berupa Lomba Bertutur tingkat SD/MI tahun 2026.
Penguatan Karakter Melalui Cerita Rakyat dan Kepahlawanan
Kepala Dispersip Kalsel, Sri Mawarni, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan wadah strategis bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat bercerita. Selain itu, ajang ini dirancang untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada anak sejak usia dini melalui pendekatan literasi yang interaktif.
Lomba tahun ini mengusung tema yang sangat spesifik, yakni “Menumbuhkan Budaya Baca Anak Melalui Cerita Kepahlawanan dan Legenda Rakyat”. Tema tersebut dipilih untuk mendorong para peserta mengangkat kembali kisah-kisah inspiratif yang sarat akan nilai pendidikan karakter, seperti kejujuran, keberanian, hingga semangat kepahlawanan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Menurut Sri Mawarni, metode bertutur merupakan salah satu cara paling efektif untuk menanamkan budaya baca pada anak-anak. Dengan bercerita, anak tidak hanya dituntut untuk membaca teks, tetapi juga harus memahami substansi cerita agar bisa menyampaikannya kembali kepada audiens dengan menarik.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga mampu memahami dan menyampaikan kembali isi cerita dengan percaya diri,” ujar Sri Mawarni pada Kamis (30/4/2026). Ia menambahkan bahwa pendekatan yang menyenangkan seperti ini akan membuat minat baca tumbuh secara organik tanpa adanya unsur paksaan.
Jadwal Pendaftaran dan Pelaksanaan Lomba
Bagi sekolah maupun orang tua yang ingin mengikutsertakan putra-putrinya, panitia telah membuka masa pendaftaran sejak 14 April dan akan terus berlangsung hingga 5 Juni 2026. Waktu pendaftaran yang cukup panjang ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para peserta untuk mempersiapkan materi cerita dan teknik penampilan terbaik mereka.
Adapun puncak pelaksanaan lomba dijadwalkan akan berlangsung pada Selasa, 30 Juni 2026. Seluruh rangkaian kegiatan kompetisi akan dipusatkan di Aula Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarmasin. Lokasi ini dipilih agar para peserta juga dapat merasakan langsung atmosfer lingkungan perpustakaan daerah yang representatif.
Sri Mawarni memaparkan bahwa Dispersip Kalsel telah menyiapkan apresiasi yang cukup besar bagi para pemenang sebagai bentuk penghargaan atas kreativitas mereka. Total hadiah yang diperebutkan dalam ajang ini mencapai Rp16.500.000, yang terbagi untuk beberapa kategori juara.
Kesempatan Menuju Panggung Literasi Nasional
Selain memperebutkan hadiah uang tunai, motivasi terbesar bagi para peserta adalah kesempatan untuk membawa nama harum Kalimantan Selatan ke kancah yang lebih tinggi. Juara pertama dalam ajang tingkat provinsi ini nantinya akan mendapatkan tiket untuk melaju dan berkompetisi di tingkat nasional.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam melahirkan duta-duta literasi muda yang mampu bersaing secara nasional. Dengan mengangkat legenda rakyat Kalsel di tingkat pusat, diharapkan kekayaan budaya lokal Banua juga semakin dikenal luas oleh masyarakat Indonesia melalui tutur kata generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, Dispersip Kalsel berharap dapat melahirkan generasi muda yang gemar membaca, kreatif, dan berani tampil, sekaligus memperkuat budaya literasi di Kalimantan Selatan sejak usia dini,” kata Sri Mawarni menutup penjelasannya.
Program Lomba Bertutur ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang mampu menciptakan ekosistem literasi yang kuat di lingkungan sekolah maupun keluarga. Dengan semakin banyaknya anak-anak yang gemar membaca dan bercerita, masa depan sumber daya manusia di Kalimantan Selatan diharapkan akan semakin berkualitas dan memiliki karakter yang tangguh.