BOGOR — Pembukaan Pra Kongres II KBB Sa-dunia berlangsung di Amaryllis Boutique & Resort, kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Sahbirin Noor yang akrab disapa Paman Birin memimpin langsung malam pembukaan itu, didampingi sejumlah pengurus wilayah KBB dari dalam dan luar negeri.
Turunnya hujan di Kalimantan Selatan menjadi alasan sujud syukur massal yang ia minta dilakukan peserta. Menurut Paman Birin, hujan tersebut setidaknya sedikit mengurangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda banua.
“Mari kita sujud syukur sebagai rasa terima kasih kepada Allah karena di banua sudah mulai turun hujan. Di mana pun kita berada, kita harus tetap ingat dengan banua,” katanya.
Ratusan Peserta dari Tiga Negara Hadir di Puncak
Pra Kongres dibuka Senin malam dan berlangsung hingga 28 Oktober 2026. Selain pengurus wilayah KBB seluruh Indonesia, forum ini dihadiri Wakil Presiden Pertumbuhan Banjar Malaysia H Jamaluddin Asari dan Wakil Presiden Dewan Perniagaan Melayu Malaysia Datuk Insinyur Kamarulafi yang membawa 8 rombongan.
Perwakilan KBB Singapura Lina Fahrianti beserta suami turut hadir. Tampak pula Anggota DPRD Kalsel Rosehan Noor Bahri, Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rikval F, dan Anggota DPRD Banjar Hj Helda Rina bersama sejumlah tokoh Banjar.
Paman Birin menyebut kehadiran pengurus dari Malaysia dan Singapura sebagai bukti kecintaan warga Banjar pada tanah leluhurnya. Semangat gotong royong itu, ujarnya, yang membuat Pra Kongres berjalan.
Tema Konsolidasi dan Pesan Sederhana agar Organisasi Langgeng
Forum mengusung tema “Konsolidasi KBB Sa-dunia: Menata Organisasi, Menyatukan Langkah, Meneguhkan Arah”. Menurut Paman Birin, organisasi yang ingin maju harus disiapkan lewat pra kongres, bukan diputuskan mendadak di forum puncak.
Ia meminta pengurus membahas program kerja untuk Kongres sesuai kemampuan yang dimiliki. “Jangan dipaksakan kalau tidak mampu,” tuturnya.
Organisasi KBB, lanjutnya, perlu bertahan lama dengan kesederhanaan agar langgeng dan semangat juangnya bisa diwariskan. Cita-cita “Bergerak Banjar Menjemput Dunia” dinilainya tidak berarti meninggalkan akar budaya sendiri.
“Urang Banjar harus mampu berdiri tegak di mana pun berada, menjadi bagian dari kemajuan, serta menghadirkan manfaat bagi lingkungan, bangsa dan dunia,” ungkapnya.
Banjarbaru Siap Jadi Tuan Rumah Kongres KBB Sa-dunia
Walikota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby menyatakan kesiapan kotanya menjadi tuan rumah Kongres KBB Sa-dunia. Tawaran itu disampaikan langsung dalam sambutannya di depan peserta pra kongres.
“Kami siap menyambut pian-pian warga keturunan Banjar seluruh Indonesia dan luar negeri di Kongres KBB Sadunia,” ucap Lisa Halaby.
Ia berharap kongres menjadi ajang silaturahmi dan penjaga adat Banjar. Jejaring yang terbentuk diharapkan memperluas sumber daya manusia bubuhan Banjar untuk mengambil peran di tingkat nasional dan internasional.
Paman Birin menutup sambutan dengan ucapan terima kasih kepada Walikota Banjarbaru atas tawaran tersebut.
Agenda Internal: Verifikasi Kepengurusan hingga Draf Perubahan AD/ART
Rapat Pra Kongres pada Selasa (27/10) memfokuskan pembahasan pada agenda internal organisasi. Sekjen KBB Sa-dunia Dr Taufik Arbain menyebut tiga hal yang dibahas, yakni penyempurnaan administrasi kepesertaan, verifikasi keabsahan kepengurusan tiap wilayah, serta evaluasi dan draf usulan perubahan AD/ART.
Konsolidasi ini menjadi bekal sebelum kongres dunia digelar. KBB Sa-dunia di bawah arahan Paman Birin menyatakan komitmen mewujudkan semboyan “Urang Banjar, Satu Hati di Mana Pun Berada” untuk memberi kontribusi bagi banua, Indonesia, dan dunia.