KALIMANTAN SELATAN — Film Clayface resmi menghadirkan debut perdana villain ikonis Batman itu di layar lebar live action dalam naungan DC Universe. Disutradarai James Watkins, film ini mengangkat kisah asal Matt Hagen, aktor muda Gotham yang diperankan Tom Rhys Harries. Alih-alih laga superhero, Clayface justru menonjolkan sisi horor dari transformasi sang tokoh.
Matt Hagen digambarkan sebagai aktor yang tengah naik daun di Gotham. Berasal dari latar belakang miskin dan terpinggirkan, ia meraih popularitas lewat kerja keras bersama sahabatnya, Corey, yang diperankan Joshua James.
Akting Matt disebut begitu memukau hingga namanya masuk jajaran nomine Academy Awards. Prestasi itu membuatnya diburu banyak sosok berpengaruh di dunia showbiz Gotham.
Kesalahan Fatal yang Mengubah Hidup Matt Hagen
Semua berubah dalam satu malam ketika Matt mengajak seorang wanita ke tempat tidurnya. Corey sebenarnya sudah memberi peringatan keras bahwa wanita tersebut adalah Mia, kekasih bos kriminal Gotham bernama Markos Szabo.
Pengaruh suasana malam itu menumpulkan insting Matt. Keesokan paginya, Markos Szabo yang tak terima mendapati kekasihnya seranjang dengan Matt langsung menuntut balas.
Dengan sebilah pisau, Szabo menyayat wajah sang aktor hingga hancur dan tak berbentuk. Luka itu menjadi awal kehancuran hidup Matt Hagen.
Keadilan yang Tak Pernah Datang
Harapan Matt mendapat keadilan sama sekali tidak terwujud. Dengan kekuasaannya, Szabo berhasil lolos dari pengadilan dan justru menghancurkan nama Matt Hagen.
Matt kehilangan segalanya: harta, karier, dan reputasi. Yang tersisa hanya wajah mengerikan yang membuatnya memilih bersembunyi dari tatapan orang lain.
Di titik terendah inilah Matt menemukan Caitlyn Corr, ilmuwan yang diperankan Naomi Ackie. Caitlyn menciptakan sel nano yang secara teori mampu mereparasi sel rusak dalam tubuh manusia.
Jalan Terakhir Lewat Eksperimen Sel Nano
Riset Caitlyn menjadi satu-satunya harapan bagi Matt. Dengan nekat, ia meminta ilmuwan itu menjadikannya kelinci percobaan.
Caitlyn sempat ragu, tetapi akhirnya bersedia membantu. Hasil awal tampak mulus: wajah Matt Hagen kembali seperti sedia kala.
Komplikasi tak terduga kemudian muncul. Bak tanah liat yang dibasahi air, tubuh dan wajah Matt bisa meleleh dan berubah bentuk, menjadi cikal bakal wujud Clayface.
Horor sebagai Kekuatan Utama Film
Elemen paling menarik dari film Clayface justru datang dari sisi horornya. Transformasi tubuh Matt yang tak terkendali memberi ketegangan berbeda dibanding film superhero pada umumnya.
Pendekatan origin story ini menempatkan Clayface sebagai villain yang lahir dari tragedi, bukan sekadar antagonis tanpa latar belakang. Film ini menandai langkah DCU memperluas cerita ke sisi gelap dunia Gotham.