Pencarian

Dua Pertiga Microdrama Global Kuartal III 2026 Dibuat dengan AI

Selasa, 20 Oktober 2026 • 21:05:31 WIB
Dua Pertiga Microdrama Global Kuartal III 2026 Dibuat dengan AI
Laporan Owl & Co. mencatat dua pertiga microdrama global kuartal III 2026 diproduksi dengan AI.

KALIMANTAN SELATAN — Sebanyak dua pertiga judul microdrama yang dirilis 20 platform teratas di luar China pada kuartal III 2026 diproduksi menggunakan AI, menurut laporan konsultan Owl & Co. Angka itu melonjak tajam dari 3 persen pada kuartal I dan 28 persen pada kuartal II tahun yang sama. Laporan "What We Watched on Vertical" juga mencatat judul berpendukung aktor sintetis jadi yang paling banyak ditonton.

Laporan terbaru Owl & Co. memetakan pergeseran cepat industri vertical drama atau microdrama, format serial pendek vertikal yang ditonton lewat aplikasi ponsel. Data kuartal III 2026 menunjukkan adopsi AI di luar China sudah menyentuh dua pertiga dari seluruh rilisan di 20 platform teratas.

Lonjakan ini bukan fenomena mendadak. Pada kuartal I 2026, hanya 3 persen judul microdrama di luar China yang dibuat dengan AI. Angkanya naik ke 28 persen di kuartal II sebelum meledak di kuartal III.

China Sudah Lebih Dulu, 95 Persen Rilisan Pakai AI

Pergeseran di pasar internasional mengikuti pola yang lebih dulu terjadi di China, negara asal popularitas microdrama. Lebih dari 95 persen judul yang dirilis di China pada tiga bulan pertama 2026 dilaporkan dibuat menggunakan AI.

Dominasi AI di China itu kini jadi rujukan bagaimana platform di negara lain bergerak. Owl & Co. mencatat adopsi teknologi ini berlangsung agresif di hampir semua aplikasi besar.

Kekhawatiran Pekerja Industri Microdrama

Di Amerika Serikat, pekerja industri microdrama mulai bersuara soal dampak teknologi ini. Pada September, sejumlah pekerja memberi kesaksian kepada The Hollywood Reporter bahwa mereka melihat berkurangnya peluang kerja.

Mereka juga menyoroti pemakaian teknologi AI yang tidak etis terhadap karya mereka. Keluhan ini muncul bersamaan dengan makin banyaknya judul sintetis yang membanjiri platform.

Kinerja AI Ungguli Live-Action di Daftar Teratas

Dominasi AI terlihat jelas di daftar judul berperforma terbaik pada aplikasi berbayar. Dari lima vertical drama dengan menit tonton tertinggi, hanya satu judul live-action yang masuk, yakni My X-Ray Vision Sees Right Through You dari ReelShort.

Di 20 besar, hanya dua judul live-action yang bertahan: My X-Ray Vision Sees Right Through You dan You've Been Replaced, First Love, keduanya dari ReelShort. Sisanya judul produksi AI.

Peringkat pertama ditempati The Great and Powerful Genie dari ReelShort, kisah jin tampan yang diwajibkan sebuah permohonan menikahi seorang perempuan selama lima tahun. Di bawahnya ada Deny Me, Dragon King dan Married to the Hidden Dragon King, dua judul fantasi naga dari DramaBox.

63 Miliar Views dan Kebangkitan PineDrama

Secara keseluruhan, aplikasi yang dilacak Owl & Co. menghasilkan 63 miliar views microdrama sepanjang kuartal III 2026, setara dua miliar jam tonton. Aplikasi gratis PineDrama milik TikTok mencatat lonjakan paling mencolok.

PineDrama menyumbang lebih dari separuh total views kuartal ini, meski baru beroperasi kurang dari setahun. Aplikasi itu menambah 15.501 judul baru pada kuartal III, naik lebih dari 300 persen dibanding kuartal sebelumnya.

Di segmen aplikasi berbayar, DramaBox memimpin dengan 36 persen views. ReelShort menyusul di posisi kedua dengan 29 persen, disusul NetShort 20 persen dan DramaWave 11 persen.

Live-Action Masih Punya Peluang Jangka Panjang

Laporan Owl & Co. tidak serta-merta memvonis live-action kalah. Di China, pasar microdrama terbesar dunia, mulai terlihat "penarikan kembali ke arah live-action" setelah banjir judul AI.

Dataset laporan juga menemukan jumlah cerita dengan aktor manusia tetap tumbuh di samping kenaikan judul AI. Di ReelShort, judul live-action punya peluang lebih besar bertahan di 10 persen teratas berdasarkan views pada 30 hari setelah rilis dibanding judul AI.

Temuan itu jadi sinyal awal bahwa dalam jangka panjang penonton mungkin menunjukkan minat yang lebih bertahan pada drama dengan aktor manusia ketimbang performer hasil AI. Untuk industri microdrama global, pertarungan antara efisiensi produksi dan daya tarik akting manusia baru dimulai.

Follow kalselonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: hollywoodreporter.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks