Pencarian

Lapas Batulicin Rutinkan Salat Dhuha Berjamaah, Warga Binaan Dijadwalkan Bergilir per Kamar Hunian

Rabu, 02 September 2026 • 12:26:01 WIB
Lapas Batulicin Rutinkan Salat Dhuha Berjamaah, Warga Binaan Dijadwalkan Bergilir per Kamar Hunian
Warga binaan Lapas Kelas III Batulicin mengikuti salat dhuha berjamaah di Masjid At-Taubah, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

BATULICIN — Warga binaan Lapas Kelas III Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, kini memiliki rutinitas keagamaan yang terjadwal: salat dhuha berjamaah di Masjid At-Taubah pada pagi hari. Program ini dijalankan dengan sistem bergilir antarkamar hunian, Senin sampai Jumat, sebagai bagian dari pembinaan kepribadian. Pembiasaan ini diharapkan memperkuat keimanan sekaligus membentuk kedisiplinan warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

BATULICIN — Masjid At-Taubah di dalam kompleks Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Batulicin, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, tak pernah sepi dari aktivitas ibadah pada pagi hari. Warga binaan dijadwalkan bergiliran untuk mengikuti salat dhuha berjamaah, sebuah pembiasaan yang diarahkan untuk membangun karakter dan kedisiplinan selama mereka menjalani masa pembinaan.

"Kegiatan ini menjadi bagian dari pembiasaan ibadah yang diarahkan untuk memperkuat keimanan sekaligus membentuk kedisiplinan warga binaan selama menjalani masa pembinaan di dalam Lapas," ujar Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, Rabu.

Salat dhuha dilaksanakan setiap pagi, Senin hingga Jumat. Setiap kamar hunian mendapat giliran agar seluruh warga binaan memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti kegiatan ibadah ini.

Jadwal Bergilir untuk Pemerataan Pembinaan

Penjadwalan yang rapi menjadi kunci agar pembinaan keagamaan berjalan merata. Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Batulicin, Harry Indrawan, menjelaskan bahwa sistem bergilir disusun berdasarkan kamar hunian.

"Kami menyusun jadwal secara bergiliran agar Warga Binaan dari setiap kamar memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti Salat Dhuha berjamaah. Kegiatan ini kami jadikan bagian dari pembinaan kepribadian sehingga ibadah tidak hanya dilakukan sesekali, tetapi menjadi kebiasaan yang terus dibangun selama menjalani masa pembinaan," kata Harry.

Melalui jadwal yang teratur, warga binaan dituntut untuk lebih menghargai waktu. Kebiasaan bangun pagi dan beribadah tepat waktu perlahan menjadi rutinitas yang melekat.

Tausiah dari Santri Warga Binaan Angkat Soal Takdir

Setelah salat dhuha selesai, suasana religius semakin terasa dengan hadirnya tausiah. Materi kali ini disampaikan langsung oleh santri warga binaan, merujuk pada Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW.

Tema yang diangkat seputar percaya kepada takdir Allah. Warga binaan diajak untuk menerima setiap ketetapan dengan iman dan keikhlasan, namun tetap berikhtiar menjalani kehidupan ke arah yang lebih baik.

Warga Binaan Merasakan Perubahan Kebiasaan

Seorang warga binaan berinisial F mengaku merasakan dampak positif dari rutinitas ini. Baginya, salat dhuha yang terjadwal membuat dirinya lebih teratur dalam mengatur waktu dan menjaga kebiasaan baik.

"Dengan adanya jadwal, saya menjadi lebih terbiasa menyempatkan waktu untuk Salat Dhuha. Tausiah yang disampaikan setelahnya juga menjadi pengingat untuk lebih taat kepada Allah dan terus berusaha memperbaiki diri," ungkap F.

Kalapas: Pembinaan Agama Bukan Seremonial

Thoha Yahya Umar Sidiq menegaskan bahwa pembinaan kepribadian lewat kegiatan keagamaan harus menjadi bagian dari keseharian, bukan sekadar acara seremonial. Ia optimistis nilai-nilai agama yang ditanamkan akan menjadi bekal warga binaan ketika kembali ke masyarakat.

"Kami ingin pembinaan keagamaan menjadi bagian dari keseharian Warga Binaan, bukan sekadar kegiatan yang bersifat seremonial. Melalui Salat Dhuha dan tausiah yang dilaksanakan secara terjadwal, kami berharap tumbuh kesadaran untuk taat kepada Allah, memperkuat karakter, dan menjadikan nilai-nilai agama sebagai bekal dalam menjalani kehidupan setelah kembali ke masyarakat," tegasnya.

Follow kalselonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks