BANJARBARU — Kebutuhan sarana prasarana pelengkap Bank Sampah Jolali mendominasi pembahasan dalam reses perdana Anggota Komisi I DPRD Banjarbaru, Fauzan Noor, di kawasan Loktabat Utara. Aspirasi yang disampaikan warga mencakup pembenahan akses jalan menuju bank sampah, penambahan penerangan jalan umum, hingga penataan kawasan Jalan Jolali.
Ketua RT 18 RW 07, Mulyadi, menyampaikan bahwa fasilitas penunjang tersebut sangat dibutuhkan untuk mendukung kelancaran operasional warga yang setiap pekan berkumpul menyetorkan sampah.
"Mudah-mudahan semua aspirasi warga dan permintaan lainnya dapat direalisasikan Pak Fauzan," ujarnya, Selasa (25/8/2026).
Partisipasi Warga Capai 200 Anggota
Fauzan Noor mengungkapkan, potensi pengembangan Bank Sampah Jolali terbilang besar. Ia mencatat partisipasi masyarakat dalam memilah sampah dinilai tinggi, dengan jumlah anggota mencapai sekitar 200 orang.
"Anggotanya hampir sekitar 200 orang. Warga yang bergerak memilah sampah sekitar 30 orang dan setiap hari Minggu berkumpul untuk menyetorkan sampah," kata Fauzan.
Dari sisi pengelolaan, politikus tersebut menilai administrasi Bank Sampah Jolali telah berjalan baik. Menurutnya, dukungan sarana prasarana yang memadai akan semakin menggerakkan aktivitas warga dalam pengelolaan sampah berbasis lingkungan.
Dukungan CSR PLN dan Angkasa Pura
Selain akses jalan dan penerangan, aspirasi warga juga menyentuh aspek penghijauan serta penguatan pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga. Fauzan melihat kawasan ini memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh sebagai lokasi wisata berbasis lingkungan.
Potensi tersebut dinilai didukung oleh adanya program pemberdayaan dari sektor swasta. Fauzan menyebutkan, sejumlah perusahaan telah memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan kawasan tersebut.
"Ini bisa dikembangkan. Apalagi di sini juga ada dukungan pemberdayaan dari CSR PLN maupun Angkasa Pura yang sudah membantu," pungkasnya.