BANJARBARU — Tiga kawasan di Kota Banjarbaru menjadi fokus utama pemadaman karhutla, yakni Guntung Damar, Hutan Lindung Liang Anggang, dan Pengayuan. Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menargetkan area prioritas ini tuntas dalam dua pekan sebelum kondisi kekeringan mencapai puncaknya.
"Kita sangat berharap ini bisa kita selesaikan, mudah-mudahan dua minggu mengingat keterbatasan logistik air," ujar Hanif seusai memimpin apel penanganan karhutla di Pengayuan, Landasan Ulin, Banjarbaru, Senin (24/8/2026).
Debit Air Menurun, Waktu Berkejaran dengan Cuaca
Ketersediaan air menjadi tantangan terbesar dalam operasi pemadaman. Debit air di Bendungan Riam Kanan yang selama ini menjadi andalan terus menyusut, padahal sumber air tersebut tidak hanya dipakai untuk karhutla, tetapi juga pembangkit listrik, irigasi, perikanan, dan kebutuhan air baku warga.
Hanif menegaskan percepatan mutlak dilakukan sebelum sumber air semakin sulit dijangkau. Kondisi ini yang mendorong pemerintah memanfaatkan seluruh sumber air yang masih tersedia saat ini.
350 Personel dan Ratusan Pompa Air Dikerahkan
Operasi pemadaman di kawasan prioritas melibatkan sekitar 350 personel. Sebanyak 200 unit pompa air disiagakan untuk menyuplai air ke area gambut, dengan dukungan alat dari Pemerintah Provinsi Kalsel, Kementerian Pertahanan, dan Kementerian Pertanian.
Di kawasan Pengayuan, pemerintah mengerahkan sekitar 30 mobil tangki. Sebanyak 26 unit di antaranya merupakan dukungan masyarakat dan empat unit berasal dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).
Patroli Diperkuat Empat Kali Lipat, Drone Ikut Memantau
Pencegahan titik api baru juga diperketat. Jumlah tim patroli dinaikkan dari sekitar empat tim menjadi 20 tim, dengan pengawasan tambahan menggunakan drone untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan secara langsung.
Menurut Hanif, faktor manusia masih menjadi pemicu utama karhutla di Banjarbaru. "Jadi ini pemicunya adalah iklim dan penyebabnya adalah manusia. Ini yang harus kita cegah dengan meningkatkan patroli," katanya.
Strategi Grid untuk Evaluasi Harian
Untuk memastikan efektivitas pemadaman, kawasan prioritas dibagi ke dalam sistem grid. Pembagian ini memudahkan pemantauan area yang sudah berhasil dikuasai dan lokasi yang masih terbakar.
Evaluasi dilakukan setiap malam. Hasil pemantauan menjadi dasar penentuan kebutuhan personel, peralatan, dan logistik pada hari berikutnya, sekaligus mengukur progres penanganan sebelum puncak El Nino tiba.