KALIMANTAN SELATAN — Laga baru berjalan beberapa detik, Arsenal sudah mampu membuka keunggulan. Riccardo Calafiori, bek anyar asal Italia, memanfaatkan umpan terobosan Myles Lewis-Skelly dengan dingin untuk menjebol gawang Gianluigi Donnarumma. Gol cepat ini langsung membuat City kalang kabut dan dipaksa bermain lebih terbuka.
Alih-alih menyamakan kedudukan, City justru kembali kebobolan pada menit ke-28. Martin Odegaard mengirim umpan lambung akurat yang disundul oleh Christos Tzolis, lalu dituntaskan Kai Havertz dengan sepakan voli. Keunggulan 2-0 bertahan hingga jeda, membuat City harus berpikir keras untuk mengejar ketertinggalan.
David Raya layak mendapat kredit besar atas performanya di bawah mistar. Kiper asal Spanyol itu melakukan sejumlah penyelamatan krusial, termasuk menepis tembakan keras Phil Foden dan sundulan Erling Haaland yang mengancam gawang Arsenal di babak pertama.
Odegaard Tutup Pesta, City Tak Berdaya
Arsenal tidak mengendur di babak kedua. Mereka justru tampil semakin percaya diri dan berhasil menambah pundi-pundi gol pada menit ke-60. Kali ini, Odegaard yang menjadi aktor utama setelah menyelesaikan umpan matang dari Tzolis. Skor 3-0 menjadi pukulan telak bagi City yang kesulitan membongkar pertahanan rapat Arsenal.
Pelatih City mencoba mengubah jalannya pertandingan dengan memasukkan Rayan Cherki dan Antoine Semenyo. Keduanya sempat merepotkan lini belakang Arsenal, namun penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat peluang emas gagal dikonversi menjadi gol. Cherki dua kali mengancam gawang Raya, namun tembakannya masih bisa diblok.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-0 tetap bertahan. Arsenal berhak mengangkat trofi Community Shield, sekaligus memberikan sinyal kuat bahwa mereka siap bersaing memperebutkan gelar Premier League musim ini.
Strategi Jitu Arteta dan Kelemahan City
Kemenangan ini menunjukkan evolusi taktik Arsenal di bawah arahan Mikel Arteta. Mereka tidak hanya mengandalkan penguasaan bola, tetapi juga efektif dalam serangan balik cepat. Sementara itu, City yang kehilangan beberapa pemain kunci di lini tengah, tampak kehilangan kreativitas untuk membongkar pertahanan yang disusun rapi oleh bek muda Mosquera dan Gabriel.
Bagi para penggemar Arsenal, kemenangan ini tentu menjadi suntikan moral yang luar biasa. Mereka berharap trofi Community Shield ini menjadi awal dari musim yang sukses dan mampu mengakhiri puasa gelar liga yang sudah berlangsung lama.