KALIMANTAN SELATAN — Jakarta — Persija Jakarta tidak mau setengah-setengah menyambut kembalinya dua kompetisi sepak bola nasional musim depan. Super League tetap menjadi ajang utama, sementara League Cup hadir sebagai turnamen pendamping yang mengisi jeda kompetisi. Macan Kemayoran memutuskan untuk mengincar keduanya.
"Kami mau mencoba dapatkan semua," kata Presiden Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, kepada awak media.
Puasa Gelar Delapan Tahun Jadi Pemicu
Ambisi ini lahir bukan tanpa alasan. Persija terakhir kali merasakan juara Liga 1 pada 2018. Artinya, sudah delapan tahun berselang sejak troi terakhir mampir ke Jakarta. Tekanan untuk segera mengakhiri puasa gelar itu pun menjadi pertimbangan utama manajemen.
Prapanca menyadari target ganda ini datang dengan risiko yang tidak kecil. Ia menegaskan, seluruh pemain harus tampil dalam kondisi puncak sepanjang musim jika ingin mewujudkan misi tersebut. Manajemen pun masih berdiskusi dengan tim pelatih untuk mematangkan rencana.
"Ya ini yang kami masih evaluasi dengan tim pelatih. Tapi kan (potensi) risikonya juga harus ada karena materi pemain ini harus semua dalam kondisi peak," ujarnya.
Dukungan Sponsor untuk Dua Musim ke Depan
Untuk merealisasikan target itu, Persija tidak berjalan sendirian. Klub resmi memperpanjang kerja sama dengan brand kuliner lokal, Se'Indonesia. Penandatanganan piagam kerja sama dilakukan di Persija Galeri, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari musim sebelumnya. Namun, ada perbedaan signifikan: Se'Indonesia kini berkomitmen mendampingi Macan Kemayoran selama dua musim ke depan, yaitu 2026-2027 dan 2027-2028.
"Bagi Persija, keberlanjutan kerja sama dengan Se'Indonesia menjadi sesuatu yang sangat kami apresiasi," ujar Mohamad Prapanca.
Evaluasi Shin Tae-yong Jadi Penentu
Keputusan final mengenai target musim depan kini berada di tangan Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan itu diminta memberikan penilaian tentang kesiapan skuad menghadapi padatnya jadwal di dua kompetisi. Materi pemain yang ada saat ini akan menjadi bahan evaluasi utama.
Dengan tambahan sponsor yang sudah mengikat untuk dua musim, Persija memiliki ruang gerak lebih leluasa dalam perencanaan skuad. Dukungan finansial yang stabil menjadi modal penting untuk bersaing di level tertinggi.
Musim depan akan menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi Persija. Bukan hanya soal kualitas permainan, tetapi juga kedalaman skuad dan manajemen kebugaran pemain sepanjang tahun.