Pencarian

Banjarbaru Catat 52 dari 86 Karhutla di Kalsel Sejak Awal Kemarau, Bandara Syamsudin Noor Jadi Prioritas

Jumat, 17 Juli 2026 • 23:15:31 WIB
Banjarbaru Catat 52 dari 86 Karhutla di Kalsel Sejak Awal Kemarau, Bandara Syamsudin Noor Jadi Prioritas
Petugas pemadam berupaya mengendalikan api di lahan yang terbakar di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

BANJARBARU — Enam puluh persen dari seluruh kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan terjadi di satu kota: Banjarbaru. Dari total 86 kejadian karhutla sejak awal musim kemarau pada 1 Mei hingga 17 Juli 2026, sebanyak 52 di antaranya berada di wilayah kota tersebut.

Data yang dirilis BPBD Kalsel, Jumat (17/7/2026) pukul 10.30 WITA, menunjukkan Kabupaten Banjar menyusul di posisi kedua dengan 13 kejadian. Barito Kuala mencatat delapan kejadian, Tanah Laut dan Hulu Sungai Selatan masing-masing lima kejadian, Tapin dua kejadian, serta Hulu Sungai Utara satu kejadian. Adapun Banjarmasin, Balangan, Hulu Sungai Tengah, Tabalong, Tanah Bumbu, dan Kotabaru belum melaporkan kejadian karhutla.

Bandara Syamsudin Noor Jadi Kawasan Prioritas Utama

Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, menyatakan pihaknya telah mengaktifkan Posko Penanggulangan Kedaruratan Karhutla. Posko ini menjadi pusat koordinasi seluruh unsur Satuan Tugas Penanggulangan Karhutla sesuai Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan.

"Posko menjadi pusat koordinasi untuk memantau perkembangan situasi di lapangan, menerima laporan dari daerah, sekaligus mempercepat pengambilan keputusan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.

BPBD Kalsel juga menetapkan tiga kawasan prioritas penanganan. Kawasan pertama meliputi Kota Banjarbaru, sebagian Kabupaten Banjar, sebagian Barito Kuala, dan sebagian Tanah Laut — area di sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor.

"Kawasan ini menjadi perhatian utama karena keberadaan bandara merupakan objek vital nasional yang harus terlindungi dari dampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan," jelas Ronny.

Dua Kawasan Prioritas Lainnya: Jalur Timur hingga Selatan

Kawasan prioritas kedua mencakup sebagian Barito Kuala, Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, hingga Tabalong. Sementara kawasan prioritas ketiga meliputi Kabupaten Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru.

Ronny menegaskan pembagian kawasan prioritas tersebut bertujuan mempercepat respons terhadap potensi kebakaran sehingga tidak berkembang menjadi lebih luas. "Dengan strategi tersebut, setiap potensi kebakaran dapat direspons lebih cepat sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas," pungkasnya.

Data BPBD mengacu pada awal musim kemarau di sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan berdasarkan prakiraan BMKG. Dengan puncak kemarau yang diperkirakan masih berlangsung, seluruh daerah diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan personel serta peralatan pemadam.

Bagikan
Sumber: radarbanjarmasin.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks