TANJUNG — Puluhan kader posyandu dan tenaga kesehatan di Kabupaten Tabalong kini mendapatkan pelatihan khusus lewat Program Penguatan Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP). Inisiatif ini digerakkan oleh Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN) bersama Adaro dan AlamTri Group, dengan target utama menekan angka stunting di wilayah “Bumi Saraba Kawa”.
CSR Department Head Adaro, Iwan Ridwan, menyebut program ini lahir dari kebutuhan mendesak akan layanan kesehatan berbasis siklus hidup yang belum optimal. “Masih perlunya penguatan kapasitas kader posyandu dan tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang lebih berkualitas,” ujar Ridwan, Jumat.
Lima Desa Ring 1 Jadi Sasaran Awal
Tahap awal program menyasar lima desa di wilayah Ring 1 operasional perusahaan. Kelima desa itu adalah Desa Maburai, Desa Banyu Tajun, Desa Padang Panjang, Desa Walangkir, dan Desa Lok Batu.
Sebanyak 25 kader dari lima posyandu serta 76 balita stunting menjadi sasaran utama. Satu pustu dan satu puskesmas ditetapkan sebagai pilot project penerapan pelayanan berbasis Klaster ILP.
Pelatihan 25 Kompetensi Kader hingga Kunjungan Rumah
Program ini tidak hanya berhenti pada pelatihan. Para kader menjalani asesmen terhadap 25 kompetensi, pendampingan pelaksanaan posyandu terintegrasi, hingga kunjungan rumah ke rumah warga.
Intervensi gizi bagi balita stunting dilakukan lewat pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal. Makanan siap santap diberikan satu kali sehari selama 90 hari, ditambah suplementasi zinc dan makanan ringan tinggi protein.
Revitalisasi Layanan di Pustu dan Puskesmas
Program ini juga mendorong revitalisasi layanan kesehatan di pustu dan puskesmas. Pendampingan mencakup penyusunan standar operasional prosedur (SOP), surat keputusan (SK), serta penguatan pelayanan berbasis Klaster ILP.
Untuk memastikan program berjalan efektif, Adaro dan AlamTri Group menggandeng Yayasan Sinergi Indonesia Peduli (YSIP) sebagai mitra pendamping teknis. Pertemuan stakeholder lintas sektor pun digelar, dihadiri Bupati Tabalong H. Muhammad Noor Rifani, Ketua YSIP dr. Dani Ferdian, Kepala DPMD Aditya Pula Nugraha, serta perwakilan perusahaan dan kepala puskesmas.
Bupati Apresiasi Peran Kader di Tingkat Desa
Bupati Tabalong H. Muhammad Noor Rifani menyambut baik program ini. Menurutnya, pendekatan ILP akan membuat pelayanan kesehatan semakin dekat dengan masyarakat. “Saya menyambut baik pelaksanaan Program ILP karena melalui pendekatan ini pelayanan kesehatan diharapkan menjadi semakin dekat dengan masyarakat, lebih terintegrasi, dan mampu memberikan layanan yang menyeluruh,” katanya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para kader kesehatan dan kader posyandu yang menjadi ujung tombak di tingkat desa. “Di balik berbagai capaian yang kita raih, terdapat kerja keras para kader yang setiap hari mendampingi masyarakat dengan penuh kesabaran dan keikhlasan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan berita acara penetapan sasaran program oleh Bupati bersama perwakilan Adaro dan AlamTri Group, YABN, para pemangku kepentingan, serta kepala pustu dan puskesmas. Komitmen bersama ini diharapkan mempercepat penurunan stunting di Tabalong.