BANJARBARU — Transformasi digital di sektor kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menunjukkan hasil. General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, mengungkapkan bahwa lebih dari 2 juta pelanggan telah beralih ke aplikasi PLN Mobile untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari.
Angka itu, menurut Iwan, mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital yang dikembangkan perseroan. “Transformasi digital menjadi bagian penting dalam peningkatan pelayanan pelanggan. Melalui PLN Mobile, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan kelistrikan kapan saja dan di mana saja tanpa harus datang ke kantor PLN,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Token, Tagihan, hingga Pasang Baru dalam Satu Genggaman
PLN Mobile kini tidak sekadar untuk membeli token listrik. Aplikasi ini juga menyediakan fitur pembayaran tagihan, pengajuan pasang baru, tambah daya, hingga pelaporan gangguan. Ada pula fitur pencatatan meter mandiri yang disebut SwaCAM.
Iwan menambahkan, pengembangan fitur akan terus dilakukan. “Kami ingin pelanggan dapat menyelesaikan seluruh kebutuhan kelistrikannya melalui satu aplikasi. Karena itu, pengembangan PLN Mobile akan terus dilakukan agar layanan semakin lengkap, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Warga Banjarbaru: “Sangat Membantu, Apalagi Saat Sibuk Bekerja”
Manfaat aplikasi ini dirasakan langsung oleh Jaiman, warga Banjarbaru. Ia mengaku hampir selalu menggunakan PLN Mobile untuk berbagai keperluan. “Mulai dari membeli token hingga melaporkan gangguan. Aplikasinya mudah digunakan, prosesnya cepat, dan saya juga bisa memantau status laporan secara langsung. Sangat membantu, apalagi saat sedang sibuk bekerja,” ungkapnya.
PLN UID Kalselteng menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pelayanan berbasis digital. Dengan pengembangan fitur yang berkelanjutan, perusahaan optimistis dapat menghadirkan pengalaman layanan yang semakin mudah dan cepat bagi masyarakat di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.