BANJARMASIN — Jalan Rawa Sari 14 RT 57, Kelurahan Teluk Dalam, menjadi titik paling kritis yang dikeluhkan warga saat reses Anggota DPRD Banjarmasin Gusti Yasni Iqbal, Minggu (12/7/2026) pagi. Ruas jalan tersebut sudah 10 tahun dalam kondisi rusak dan tidak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah Kota Banjarmasin, meskipun sudah berulang kali diusulkan.
"Jalan ini sudah 10 tahun kami usulkan, tapi belum ada tindak lanjut dari Pemkot Banjarmasin," ungkap Ikbal, salah satu warga yang hadir dalam forum penelaahan dan aspirasi masyarakat di Jalan Rawa Sari 14 RT 57.
Jembatan dan Penerangan Jalan Jadi Prioritas Kedua
Selain jalan, warga juga menyoroti kondisi jembatan di lingkungan setempat. Jembatan tersebut sudah diusulkan sejak empat tahun lalu, namun hingga kini belum ada perhatian serius dari pemerintah kota. "Jembatan ini sudah diusulkan 4 tahun yang lalu, lagi-lagi belum ada perhatian dari Pemkot Banjarmasin," tambah Ikbal.
Masalah penerangan jalan umum juga menjadi keluhan. Sejumlah ruas di kawasan Teluk Dalam masih gelap total pada malam hari karena belum terpasang lampu penerangan jalan. Warga meminta pemasangan lampu segera direalisasikan untuk mengurangi risiko kriminalitas dan kecelakaan.
Bak Sampah dan Data Bansos yang Tak Sinkron
Di bidang lingkungan, warga mengusulkan setiap rumah wajib memiliki bak sampah pribadi untuk mengatasi masalah kebersihan di permukiman padat. Sementara itu, persoalan bantuan sosial (bansos) menjadi isu paling pelik. Gusti Yasni Iqbal mengungkapkan bahwa data warga tidak sinkron antara tingkat RT, kelurahan, kecamatan, dan pemerintah pusat.
"Data yang valid itu data dari RT. Banyak warga yang seharusnya mendapat bantuan justru tidak tercatat karena ketidaksinkronan data ini," jelas Gusti Yasni Iqbal di hadapan puluhan warga yang hadir.
Akibat ketidaksesuaian data tersebut, sejumlah warga yang masuk kategori miskin dan rentan tidak bisa mengakses program bansos dari pemerintah pusat maupun daerah.
7 Aspirasi Masuk Pokok-Pokok Pikiran DPRD untuk 2027
Gusti Yasni Iqbal memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan dimasukkan dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Banjarmasin. "Aspirasi yang disampaikan oleh warga tersebut akan kita masukkan dalam Pokok-Pokok Pikiran DPRD, sehingga pada tahun 2027 nanti kita usahakan semua terealisasi," imbuhnya.
Ketujuh aspirasi tersebut meliputi perbaikan jalan rusak, pembangunan jembatan, pemasangan lampu penerangan jalan, pengadaan bak sampah per rumah, sinkronisasi data bansos, serta dua usulan tambahan yang mencuat dalam sesi diskusi. Warga berharap reses kali ini tidak berakhir seperti tahun-tahun sebelumnya yang hanya menjadi seremonial tanpa realisasi.