Pencarian

RSUD Ansari Saleh Banjarmasin Gelar Forum Konsultasi Publik 2026, Warga Diajak Evaluasi Standar Pelayanan Kesehatan

Kamis, 02 Juli 2026 • 19:24:01 WIB
RSUD Ansari Saleh Banjarmasin Gelar Forum Konsultasi Publik 2026, Warga Diajak Evaluasi Standar Pelayanan Kesehatan
Forum Konsultasi Publik RSUD Ansari Saleh Banjarmasin mengajak warga evaluasi standar pelayanan kesehatan tahun 2026.

BANJARMASIN — Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moch. Ansari Saleh Kalimantan Selatan tidak hanya memandang standar pelayanan sebagai dokumen administratif belaka. Dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026 yang digelar di Banjarmasin, Kamis (2/7/2026), pihak rumah sakit membuka keran selebar-lebarnya bagi masyarakat untuk mengkritik dan memberi rekomendasi.

Wakil Direktur Penunjang Medik RSUD Ansari Saleh, dr. Taufik Rahman, menegaskan bahwa evaluasi standar pelayanan harus terus diperbarui mengikuti perkembangan teknologi dan harapan masyarakat.

“Standar pelayanan bukan sekadar dokumen administratif, tetapi merupakan komitmen rumah sakit kepada masyarakat mengenai kualitas layanan yang diberikan. Karena itu, evaluasi dan penyempurnaan standar pelayanan perlu terus dilakukan,” ujarnya dalam forum tersebut.

Apa Saja yang Dievaluasi di Forum Konsultasi Publik?

Dalam forum ini, rumah sakit menghimpun masukan untuk menyempurnakan berbagai aspek pelayanan. Mulai dari persyaratan administrasi, prosedur pendaftaran, waktu tunggu, biaya layanan, mekanisme pengaduan, hingga jaminan keselamatan pasien.

Direktur RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh, dr. Tabiun Huda, melalui dr. Taufik Rahman menjelaskan bahwa penyelenggaraan FKP ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Namun lebih dari itu, forum ini menjadi bentuk komitmen membangun pelayanan yang partisipatif dan responsif.

Transformasi Layanan Sudah Berjalan, Tapi Tak Cukup Sendiri

Pihak rumah sakit memaparkan sejumlah transformasi yang telah dilakukan. Di antaranya penguatan digitalisasi layanan kesehatan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengembangan layanan unggulan, serta penguatan budaya keselamatan pasien.

Namun, dr. Taufik Rahman mengakui bahwa peningkatan mutu tidak bisa dilakukan sendiri. Sinergi antara pemerintah, masyarakat pengguna layanan, organisasi profesi, akademisi, hingga media massa dinilai mutlak diperlukan.

Hasil Forum Akan Ditindaklanjuti ke Kebijakan Konkret

Seluruh masukan, kritik, dan rekomendasi dari peserta forum akan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan standar pelayanan. Pihak rumah sakit berkomitmen menindaklanjuti hasil FKP melalui penyusunan kebijakan baru serta evaluasi implementasi secara berkelanjutan.

“Hasil forum tersebut nantinya akan ditindaklanjuti melalui penyempurnaan standar pelayanan, penyusunan kebijakan yang diperlukan, serta evaluasi implementasi secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan publik,” pungkas dr. Taufik Rahman.

Bagikan
Sumber: jejakrekam.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks