Pencarian

KAI dan DJKA Percepat Proyek KRL Green Line, Target Tambah 20 Perjalanan per Hari

Rabu, 10 Juni 2026 • 14:18:31 WIB
KAI dan DJKA Percepat Proyek KRL Green Line, Target Tambah 20 Perjalanan per Hari
Pekerjaan pembangunan jalur ganda KRL Green Line tengah dikebut di segmen Tanah Abang–Rangkasbitung.

KALIMANTAN SELATAN — Proyek peningkatan kapasitas KRL Green Line kini memasuki tahap krusial. KAI bersama DJKA mengebut sejumlah pekerjaan infrastruktur, termasuk pembangunan jalur ganda (double track) dan peningkatan sistem persinyalan di segmen Tanah Abang hingga Rangkasbitung. Langkah ini diambil setelah okupansi penumpang di rute tersebut menunjukkan tren kenaikan signifikan dalam dua tahun terakhir.

Penambahan Frekuensi dan Kapasitas Angkut

Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, menyatakan bahwa proyek ini ditargetkan selesai secara bertahap mulai akhir tahun ini. "Kami menargetkan penambahan 20 perjalanan per hari, sehingga total perjalanan KRL Green Line bisa mencapai 60 perjalanan pulang-pergi," ujarnya dalam keterangan resmi, pekan lalu.

Dengan penambahan ini, kapasitas angkut harian diproyeksikan naik dari 80.000 penumpang menjadi sekitar 120.000 penumpang per hari. KAI juga akan menambah jumlah rangkaian kereta yang beroperasi di lintas tersebut untuk mengimbangi peningkatan frekuensi.

Manfaat Langsung bagi Komuter

Bagi pengguna setia KRL Green Line, proyek ini berarti waktu tunggu yang lebih singkat. Saat ini, headway atau jarak antar-kereta di jam sibuk masih berkisar 15–20 menit. Setelah proyek rampung, headway bisa ditekan menjadi 10 menit.

Penumpang seperti Rina (32), warga Tigaraksa yang bekerja di Jakarta, mengaku sangat menantikan realisasi proyek ini. "Sekarang kalau pagi, antreannya panjang banget. Sering sampai ketinggalan kereta karena penuh. Kalau nanti frekuensi nambah, pasti lebih nyaman," katanya kepada awak media.

Dukungan Infrastruktur dan Target 2025

DJKA Kementerian Perhubungan, melalui Balai Teknik Perkeretaapian, tengah menyelesaikan pembangunan jalur ganda sepanjang 12 kilometer di segmen Parung Panjang–Rangkasbitung. Selain itu, sistem persinyalan elektrik juga akan dipasang di 8 stasiun baru yang tengah dibangun.

Total investasi proyek ini mencapai Rp 1,2 triliun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta kontribusi KAI. Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung pada kuartal II 2025, bertepatan dengan peningkatan mobilitas masyarakat menjelang musim liburan.

Proyek ini menjadi bagian dari strategi besar KAI dalam mentransformasi layanan KRL Jabodetabek. Setelah sukses meningkatkan kapasitas di lintas Bogor–Jakarta dan Bekasi–Jakarta, kini giliran rute barat yang mendapat perhatian serius. Dengan selesainya Green Line, KAI berharap dapat mengurangi kepadatan di Stasiun Tanah Abang yang selama ini menjadi titik krusial bagi komuter dari arah Banten.

Bagikan
Sumber: ekonomi.republika.co.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks