KALIMANTAN SELATAN — Gedung pertama NeutraDC Nxera Batam (BTM-1) belum rampung 100%, namun seluruh slot kapasitasnya sudah diamankan mitra strategis. Kondisi ini mendorong Telkom langsung menyiapkan pembangunan BTM-2 untuk menambah pasokan di kawasan yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia itu.
"Tingginya kepercayaan partner global terhadap NeutraDC menunjukkan bahwa Indonesia, khususnya Batam, semakin diperhitungkan sebagai bagian penting dari ekosistem digital regional," ujar Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, dalam keterangan resmi di Jakarta, pekan ini.
Gorilla Technology Siapkan Infrastruktur AI dari Batam
Salah satu mitra yang telah menandatangani kontrak adalah Gorilla Technology, perusahaan penyedia solusi AI, keamanan siber, dan analitik data yang berkantor pusat di London. Melalui kerja sama ini, Gorilla akan menjadikan data center Batam sebagai hub untuk implementasi infrastruktur AI dan pengembangan layanan digital di kawasan Asia.
Kehadiran pemain global semacam Gorilla memperkuat posisi Batam sebagai destinasi investasi teknologi. CEO NeutraDC Group, Andreuw Th.A.F, menyebut pencapaian ini sebagai validasi atas kesiapan infrastruktur dan kualitas layanan yang dibangun bersama mitra strategis.
"Kami sangat antusias menyambut Gorilla Technology dan partner global lainnya. Tingginya minat pasar terhadap data center kami di Batam menjadi validasi atas strategi pengembangan yang kami bangun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan adopsi AI di kawasan," kata Andreuw.
Batam: Gerbang Digital yang Makin Strategis
Telkom menilai Batam memiliki posisi unik sebagai gerbang konektivitas yang menghubungkan pasar domestik dengan ekosistem digital regional. Kedekatan geografis dengan pusat ekonomi Asia Tenggara serta dukungan konektivitas internasional membuat lokasi ini potensial menjadi pusat data strategis.
CEO NeutraDC Nxera Batam, Indrama YM Purba, menambahkan bahwa lingkungan investasi yang kondusif di Batam turut mendorong minat investor. Ke depan, pengembangan data center ini tidak hanya menjawab kebutuhan industri, tetapi juga diproyeksikan membuka lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan talenta digital lokal, dan meningkatkan aktivitas ekonomi kawasan.
Langkah ini sejalan dengan strategi besar Telkom (TLKM 30) yang menargetkan transformasi menjadi perusahaan infrastruktur digital murni. Dengan tambahan kapasitas BTM-2, Telkom berharap Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pasar digital, melainkan bagian penting dari rantai pasok digital di tingkat regional.