TANAH BUMBU — Sektor pertambangan dan penggalian masih menjadi tulang punggung ekonomi Kabupaten Tanah Bumbu. Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbaru, kontribusi sektor ini mendominasi dibanding sektor lainnya.
Ketergantungan itu menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Pasalnya, sumber daya alam tambang bersifat tidak terbarukan. Diversifikasi ekonomi ke sektor non-tambang dinilai mendesak.
Hambatan Utama: SDM Belum Terlatih
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tanah Bumbu mengakui bahwa pengembangan sektor di luar tambang belum optimal. Salah satu penyebab utamanya adalah kesiapan tenaga kerja lokal.
“Kompetensi SDM kita belum sepenuhnya siap untuk masuk ke sektor-sektor non-tambang seperti industri pengolahan, pariwisata, atau pertanian modern,” ujarnya dalam sebuah forum diskusi baru-baru ini.
Kondisi ini membuat investor atau pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnis di luar tambang kerap kesulitan mendapatkan tenaga kerja terampil. Akibatnya, banyak potensi ekonomi daerah yang belum bisa digarap maksimal.
Angka PDRB Jadi Cermin
Data PDRB Tanah Bumbu menunjukkan bahwa struktur ekonomi daerah masih timpang. Kontribusi sektor pertambangan dan penggalian sangat tinggi, sementara sektor jasa, perdagangan, dan industri pengolahan masih tertinggal.
Ketimpangan ini menjadi alarm bagi Pemkab Tanah Bumbu. Jika tidak segera diantisipasi, daerah bisa mengalami guncangan ekonomi saat cadangan tambang mulai menipis atau harga komoditas turun.
Apa Langkah Pemkab Selanjutnya?
Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu saat ini tengah menyusun program pelatihan vokasi yang ditargetkan untuk warga usia produktif. Program ini akan difokuskan pada keterampilan yang dibutuhkan sektor non-tambang.
Beberapa sektor yang menjadi prioritas antara lain pertanian terintegrasi, pengolahan hasil perkebunan, serta pariwisata berbasis budaya lokal. Pemkab juga berencana menggandeng pihak swasta dan lembaga pelatihan untuk mempercepat peningkatan kapasitas SDM.
“Kami tidak bisa hanya mengandalkan tambang. Mulai sekarang harus ada pergeseran. Tapi pergeseran ini butuh SDM yang siap,” pungkas Kepala Bappeda setempat.