Gerai Ikan Murah Kotabaru Diserbu Warga, 100 Kg Ludes dan Pasokan Bakal Ditambah

Penulis: Wahyudi Santoso  •  Sabtu, 17 Oktober 2026 | 16:01:32 WIB
Warga menyerbu gerai ikan murah di Kotabaru hingga 100 kg ikan habis terjual.

KOTABARU — Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru Zaenal Arifin menyebut tingginya minat masyarakat menjadi alasan utama penambahan pasokan pada gelaran berikutnya. Harga jual yang dipangkas jauh di bawah pasar membuat warga berbondong-bondong datang sejak pagi.

Ikan bandeng dijual Rp15.000 per kilogram, sementara harga di pasar bisa mencapai Rp30.000 per kilogram. Selisih setengah harga itu yang membuat gerai cepat kehabisan stok.

Ikan Murah untuk Dorong Konsumsi Protein Warga

Zaenal menjelaskan, gerai ini merupakan upaya pemerintah daerah mendorong gerakan gemar makan ikan sekaligus membantu warga mendapatkan sumber pangan bergizi dengan harga terjangkau.

"Kalau harga ikan mahal, masyarakat mungkin akan kesulitan untuk membeli. Karena itu, kami meminta Bidang Daya Saing untuk mengadakan gerai ikan murah," ujarnya saat diwawancarai.

Selain bandeng, gerai menyediakan lele dan tongkol dengan harga lebih rendah dibanding pasaran. Seluruh ikan berasal dari pengepul dan pembudidaya lokal Kotabaru.

Olahan UMKM Ikut Mejeng di Gerai

Bukan hanya ikan segar, gerai juga memamerkan produk olahan kelompok UMKM binaan Dinas Perikanan. Ada pentol ikan, kerupuk ikan, cendol ikan, hingga bandeng asap.

Kehadiran produk-produk itu diharapkan memperluas pemasaran olahan pelaku UMKM sekaligus meningkatkan daya saing produk perikanan lokal. Pada pelaksanaan perdana, pasokan masih terbatas karena pengambilan ikan dari pengepul belum banyak.

"Ternyata antusias masyarakat sangat tinggi, bahkan ada yang tidak kebagian. Ke depan, pasokan akan kami perbanyak dan kegiatan ini akan diupayakan rutin minimal sebulan sekali," jelas Zaenal.

Baru 4.000 dari 11.000 Nelayan Terima BBM Subsidi

Di sisi lain, Zaenal menyoroti tantangan yang dihadapi nelayan, terutama biaya operasional dan keterbatasan hasil tangkapan. Bahan bakar minyak menjadi komponen biaya terbesar dalam kegiatan melaut.

Kondisi angin dan gelombang tinggi juga membuat sebagian nelayan tidak dapat melaut. Dampaknya, pasokan ikan laut berkurang dan berpotensi mendorong kenaikan harga di pasaran.

Kabupaten Kotabaru memiliki enam Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Namun dari lebih dari 11 ribu nelayan terdaftar, baru sekitar 4 ribu nelayan yang menerima BBM bersubsidi.

Zaenal mengimbau data penerima subsidi diperbarui secara berkala, termasuk bila ada kapal yang sudah tidak beroperasi atau pemiliknya telah meninggal dunia. Dengan pembaruan itu, alokasi subsidi bisa disalurkan kepada nelayan lain yang memenuhi syarat.

Kapal di Bawah 5 GT Jadi Kendala Jangkauan Tangkapan

Keterbatasan ukuran kapal turut menjadi hambatan meningkatkan hasil tangkapan. Sebagian besar kapal nelayan Kotabaru masih berukuran di bawah 5 gross tonnage (GT), sehingga jangkauan wilayah penangkapan relatif terbatas.

Dinas Perikanan akan berupaya memfasilitasi peningkatan kapasitas kapal agar nelayan dapat menjangkau wilayah penangkapan lebih luas sesuai ketentuan yang berlaku. Jadwal Gerai Ikan Murah berikutnya akan diinformasikan kepada masyarakat.

Reporter: Wahyudi Santoso
Sumber: kabarbanua.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top