Film Angh Wakili India di Kompetisi Platform TIFF 2025, Douglas Henshall Bintangi

Penulis: Yuda Pratama  •  Kamis, 10 September 2026 | 21:05:31 WIB
Film "Angh" mewakili India di kompetisi Platform TIFF 2025.

KALIMANTAN SELATAN — Kabar ini menandai langkah besar bagi perfilman independen India, khususnya dari wilayah timur laut yang jarang menyentuh panggung festival kelas dunia. Variety secara eksklusif menayangkan klip perdana film ini.

Sinopsis: Konflik Iman dan Tradisi di Perbukitan Nagaland

"Angh" berlatar di perbukitan terpencil Nagaland pada awal 1960-an. Ceritanya berpusat pada seorang kepala suku Konyak dan putranya, yang menjadi orang terakhir di desa mereka yang belum dibaptis.

Kehidupan keduanya berubah drastis ketika seorang misionaris Amerika tiba. Film ini menyoroti gesekan antara iman dan tradisi, serta cara hidup yang perlahan menghilang.

Digarap dengan format 16mm, "Angh" menampilkan para aktor Indigenous berpadu dengan bintang serial "Shetland", Douglas Henshall, yang berperan sebagai misionaris Amerika.

Jejak Karier Theja Rio dan Tim Produksi

Theja Rio menempuh pendidikan di National Film and Television School, Inggris. Sebelumnya ia membuat film pendek berjudul sama yang meraih Special Jury Award di Clermont-Ferrand.

Karya pendek Rio lainnya, "Ade (On a Sunday)", tayang perdana di International Film Festival Rotterdam dan memenangkan hadiah film terbaik di MAMI Mumbai Film Festival.

Film ini diproduseri Nancy Nisa Beso melalui rumah produksinya, Winter Hymns Films, dan Rio lewat Undercover Squirrel. Pendiri Jungle Book Studio, Gaurav Dhingra, bertindak sebagai produser eksekutif sekaligus menangani penjualan dunia.

Kutipan Sutradara dan Produser

"Making 'Angh' felt like a homecoming, an opportunity to reconnect with my roots and tell our stories through our own lens," ujar Rio. "Alongside me, Nancy has been part of this journey from the very beginning, from the short film to what has now become my first feature."

Beso menambahkan, "This film comes from a strong desire to tell stories that are ours. 'Angh' is our way of honoring our people, preserving the stories carried by our ancestors, and reclaiming our own narrative while allowing it to find its place on the global stage."

Rekam Jejak Jungle Book Studio di Pasar Internasional

Gaurav Dhingra membawa pengalaman lebih dari dua dekade di industri produksi. Kreditnya mencakup "Faith Connections" yang terjual di lebih dari 20 wilayah setelah tayang di Toronto, serta "Angry Indian Goddesses" yang dirilis di lebih dari 67 negara dan dilisensikan Netflix secara global.

Ia juga terlibat dalam "Beyond the Known World", co-production resmi India-Selandia Baru pertama, dan "Stolen" yang tayang di Venice serta Prime Video.

"'Angh' is a spectacular amalgamation of a global cinematic aesthetic and a deeply rooted Nagamese ethos," kata Dhingra. "An Indigenous story told by Indigenous filmmakers, 'Angh' represents some of the most exciting cinema emerging from India's margins."

Peluang di Sirkuit Festival Internasional

Kehadiran "Angh" di kompetisi Platform TIFF membuka peluang bagi film-film dari wilayah terpinggirkan India untuk menembus pasar global. Jungle Book Studio menargetkan film ini menarik perhatian pembeli internasional di berbagai wilayah.

TIFF sendiri dikenal sebagai ajang peluncuran bagi film-film yang kemudian bersaing di Oscar dan festival besar lainnya. Posisi "Angh" sebagai satu-satunya entri India di Platform menegaskan kepercayaan festival terhadap visi Rio.

Reporter: Yuda Pratama
Sumber: variety.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top