Riset: Harga HP di Indonesia Naik hingga 45 Persen, Ini Pemicunya

Penulis: Benny Surbakti  •  Selasa, 08 September 2026 | 13:38:31 WIB
Petugas memperlihatkan ponsel yang mengalami kenaikan harga di sebuah gerai ritel di Kalimantan Selatan.

KALIMANTAN SELATAN — Tekanan finansial pada industri smartphone tahun ini berakar dari melonjaknya biaya komponen DRAM dan NAND, dua jenis memori yang menjadi tulang punggung setiap perangkat. Kelangkaan pasokan komponen ini memicu efek berantai yang mengubah peta harga ritel global, termasuk di Indonesia. Temuan terbaru dari firma riset pasar Counterpoint Research mengungkapkan bahwa harga jual ponsel yang beredar di pasar global naik rata-rata 15 persen sepanjang 2026, dengan lebih dari 40 persen model yang dipantau mengalami kenaikan.

Kenaikan Harga di Indonesia Bervariasi hingga 45 Persen

Di pasar domestik, dampaknya terasa tidak merata. Berdasarkan laporan yang mengutip data Counterpoint Research, kenaikan harga perangkat di Indonesia berkisar antara 7 persen hingga 45 persen. Angka tersebut bukan berarti seluruh HP di Indonesia naik 45 persen; besaran riilnya sangat tergantung pada model, kelas perangkat, kapasitas memori, dan strategi masing-masing vendor.

Kenaikan paling signifikan umumnya terjadi pada varian dengan kapasitas penyimpanan besar, yang notabene paling boros dalam penggunaan komponen memori. Sementara itu, ponsel di kelas harga terjangkau juga ikut tertekan, meski persentasenya cenderung lebih rendah.

Produsen Pilih Naikkan Harga atau Kurangi Spesifikasi

Data tersebut juga menyoroti dilema yang dihadapi produsen. Ada dua jalur yang ditempuh: menaikkan harga jual untuk menjaga margin keuntungan, atau mempertahankan harga dengan memangkas spesifikasi perangkat. Strategi penghematan mulai terlihat di pasar, seperti penggunaan kapasitas penyimpanan yang lebih rendah, pengurangan konfigurasi kamera, hingga menghadirkan kembali perangkat 4G di segmen tertentu yang sebelumnya sudah beralih ke 5G.

Keputusan ini berdampak langsung pada pilihan konsumen. Di awal 2026, pengiriman smartphone di Indonesia mengalami tekanan karena sebagian pembeli memilih menunda pembelian. Alternatif lain yang mulai dilirik adalah pasar perangkat bekas yang dinilai lebih ramah di kantong.

Smartphone Baru Rata-Rata Lebih Mahal 25 Persen

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada model lama yang sudah beredar. Counterpoint mencatat bahwa ponsel anyar yang diluncurkan sepanjang 2026 dibanderol rata-rata 25 persen lebih tinggi dibandingkan generasi pendahulunya. Artinya, konsumen yang menantikan seri terbaru dari brand favoritnya harus menyiapkan anggaran lebih besar untuk spesifikasi yang setara.

Bagi pengguna yang tengah mencari ponsel baru, memahami komposisi harga ini menjadi krusial. Membandingkan spesifikasi antar-generasi dan menilai apakah fitur tambahan sepadan dengan selisih harga adalah langkah yang bijak sebelum memutuskan pembelian.

Strategi Cerdas Menghadapi Harga HP yang Terus Naik

Di tengah tren kenaikan ini, konsumen perlu lebih jeli dalam memilih perangkat. Menentukan kebutuhan harian secara spesifik, seperti prioritas pada kamera, baterai, atau performa gaming, dapat membantu memilih varian yang paling efisien. Mempertimbangkan model generasi sebelumnya yang mungkin masih tersedia dengan harga lebih kompetitif juga bisa menjadi opsi cerdas.

Untuk jangka panjang, memantau program tukar tambah dari produsen atau membeli di momen-momen promo besar seperti Harbolnas bisa sedikit meringankan beban. Namun, realita kenaikan biaya komponen ini diprediksi masih akan berlanjut selama pasokan DRAM dan NAND global belum pulih, sehingga perencanaan anggaran yang matang menjadi kunci utama.

Reporter: Benny Surbakti
Sumber: radarcirebon.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top