Pencarian

Curaweda Targetkan 8 Museum AI di Indonesia hingga Akhir 2026

Rabu, 02 September 2026 • 11:14:02 WIB
Curaweda Targetkan 8 Museum AI di Indonesia hingga Akhir 2026
Wahana interaktif perang gerilya menjadi salah satu proyek unggulan Curaweda dalam ekspansi museum AI di Indonesia.

KALIMANTAN SELATAN — Curaweda, startup yang fokus pada pengalaman sejarah dan budaya berbasis kecerdasan buatan (AI), tengah mempercepat ekspansi. Perusahaan yang menggarap proyek Purwacarita Borobudur ini menyiapkan dua lokasi baru tahun ini, dengan ambisi total delapan museum AI di seluruh Indonesia.

Saat ini, Curaweda sudah mengoperasikan lima lokasi di Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Keraton Kasepuhan Cirebon, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan Galeri Indonesia Kaya (GIK) Jakarta. Dua proyek berikutnya disiapkan di Bandung dan Jakarta.

Wahana Gerilya Imersif Jadi Andalan Baru

Proyek unggulan Curaweda bukan museum konvensional. Wahana terbaru di Jakarta dirancang seperti rumah hantu atau labirin tanpa hantu, membawa pengunjung masuk ke pengalaman sejarah interaktif.

Salah satu tema utama adalah perang gerilya. Pengunjung berperan sebagai gerilyawan dengan replika senjata ukuran asli, memecahkan teka-teki, bersembunyi, dan menghindari pasukan Belanda atau Inggris. Suasana dibuat imersif hingga menghadirkan aroma rumput dan elemen lingkungan lain.

“Teman-teman akan bawa senjata satu banding satu. Semua set up, baunya, bau rumput, bau apa dan macam-macam. Dan teman-teman di-set up sebagai gerilyawan,” ujar CEO Curaweda Azhar Muhammad Fuad.

Wahana ini dirancang seperti game role-playing dengan sistem interaktif dan mikrofon yang membaca tindakan pengunjung, menghasilkan akhir cerita yang bisa berujung happy ending atau bad ending. Meski interaktif, alur cerita tetap berpijak pada fakta sejarah.

“Ending dari filmnya tetap akurat sejarah. Tapi kita geser, tweak sedikit bagaimana teman-teman bisa menjalani si wahana tadi,” jelas Azhar. Proyek ini ditargetkan meluncur November 2026 di Jakarta.

Akurasi Sejarah Lebih Sulit dari Produksi Konten

Di balik ekspansi cepatnya, Curaweda menerapkan proses kurasi ketat. Azhar menegaskan produksi teknis konten AI bisa selesai dalam satu hingga dua bulan, namun tantangan sesungguhnya ada pada akurasi sejarah.

Untuk proyek Purwacarita Borobudur, proses riset dimulai sejak 2025 dengan pencarian sumber primer dan penentuan pihak yang berhak melakukan kurasi. Tim menyusun visual, karakter, suara, dan detail per menit, lalu mengajukannya ke Museum dan Cagar Budaya serta divalidasi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Hasilnya, proyek tersebut melewati sembilan kali

Follow kalselonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks