KALIMANTAN SELATAN — Bandung menjadi saksi perkenalan destinasi wisata baru bagi pelancong Indonesia yang ingin mengeksplorasi peradaban Tionghoa. Lebih dari 100 perwakilan dari pemerintahan, asosiasi bisnis, dan media Indonesia berkumpul untuk menyaksikan langsung atraksi budaya dari Provinsi Henan, Tiongkok.
Kegiatan yang berlangsung pada 3 September 2026 ini tidak hanya menjadi ajang seremonial. Sebab, ada lima paket wisata yang secara khusus disusun untuk menjawab minat turis Indonesia yang ingin mendalami sejarah, kuliner, hingga seni bela diri.
Setiap paket perjalanan yang ditawarkan memiliki tema berbeda. "The Center of Heaven and Earth" membawa wisatawan menjelajahi kota-kota kuno di Henan. Sementara itu, "Kung Fu in the Central Plains" menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin menyaksikan langsung kampung halaman seni bela diri Shaolin.
Dua paket lain menawarkan pengalaman yang lebih tenang. "Poetic Land of Henan" mengajak peserta menelusuri lanskap yang menginspirasi puisi klasik, sedangkan "Craftsmanship of the Heluo Region" fokus pada warisan porselen dan kerajinan tangan. Bagi pencinta kuliner, paket "A Culinary Journey to the Roots" menyajikan penelusuran asal-usul hidangan yang kelak memengaruhi masakan Asia Tenggara.
Pameran yang digelar bersamaan dengan konferensi mengangkat tema lebih dalam tentang peradaban Tionghoa. Pengunjung dapat melihat narasi tentang asal-usul aksara, sejarah musik, hingga perkembangan marga-marga Tionghoa yang banyak memiliki keterkaitan historis dengan masyarakat perantauan di Indonesia.
Kurasi pameran ini sengaja dirancang untuk membangun koneksi emosional dengan pengunjung lokal. Cerita yang ditampilkan membentang dari peradaban di sepanjang Sungai Kuning hingga pengaruhnya di tanah Jawa.
"Henan dan Indonesia memiliki banyak kesamaan budaya. Kami berharap semakin banyak kegiatan budaya Henan yang hadir di Indonesia," ujar Erwan Setiawan, Wakil Gubernur Jawa Barat, saat meninjau pameran.
Sebelum konferensi puncak, rangkaian kegiatan budaya pop-up telah lebih dulu digelar pada 1–3 September di sejumlah lokasi di Jakarta dan Bandung. Landmark budaya, pusat perbelanjaan, dan universitas menjadi tempat peragaan langsung seni potong kertas, upacara minum teh, hingga keramik Tang Sancai.
Para pelaku warisan budaya takbenda dari Henan tidak hanya memamerkan karya. Mereka juga berinteraksi langsung dengan pengunjung, memberikan kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk mencoba langsung teknik-teknik tradisional seperti pengobatan tulang dan musik tradisional Tiongkok.
Bagi Anda yang berencana liburan ke Tiongkok dalam waktu dekat, rute-rute ini menawarkan alternatif selain kota-kota besar seperti Beijing atau Shanghai. Henan menyimpan kekayaan sejarah yang lebih jarang dijelajahi wisatawan mancanegara.
Untuk informasi terkini mengenai jadwal keberangkatan paket wisata dan detail itinerary, calon wisatawan dapat menghubungi agen perjalanan yang bekerja sama dengan dinas pariwisata setempat. Konfirmasi langsung ke penyedia layanan diperlukan karena detail harga dan ketersediaan kursi belum diumumkan secara resmi dalam konferensi tersebut.